Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Pemerintah berencana melanjutkan kebijakan work from home atau WFH selama dua bulan ke depan di tengah upaya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Langkah tersebut memunculkan perhatian publik karena dilakukan saat pemerintah mulai mengantisipasi dampak dinamika ekonomi global terhadap Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan WFH menjadi bagian dari strategi pemerintah menjaga momentum ekonomi pada kuartal II 2026. Pemerintah juga menilai fleksibilitas pola kerja masih diperlukan untuk mendukung penyesuaian kebijakan ekonomi dan ketenagakerjaan.
"Akan dilanjutkan work from home untuk dua bulan ke depan," ujar Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Airlangga menjelaskan kebijakan tersebut disiapkan setelah pemerintah mencermati perkembangan ekonomi global pasca berakhirnya perang yang sebelumnya mempengaruhi kondisi ekonomi dunia. Menurut dia, pemerintah ingin memastikan aktivitas ekonomi nasional tetap bergerak di tengah ketidakpastian global yang masih terjadi.
WFH pun kini tidak hanya dipandang sebagai pola kerja fleksibel, tetapi mulai menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik. Langkah itu diharapkan mampu membantu menjaga produktivitas kerja sekaligus mempertahankan aktivitas konsumsi masyarakat.
Selain memperpanjang WFH, pemerintah juga tengah menyiapkan sejumlah insentif ekonomi tambahan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Kebijakan tersebut difokuskan untuk menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat aktivitas dunia usaha pada kuartal kedua tahun ini.
"Selain itu juga ada beberapa insentif yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah untuk mendorong agar ekonomi di kuartal kedua bisa bergerak," katanya.
Meski demikian, Airlangga belum mengungkap secara rinci bentuk insentif yang sedang disiapkan pemerintah. Ia juga belum menjelaskan sektor usaha mana saja yang nantinya akan menjadi prioritas dalam kebijakan tersebut.
Baca Juga: Pengurus Danantara Sumberdaya Masih Misterius, Airlangga Beri Sinyal Begini
Rencana perpanjangan WFH selama dua bulan ikut memunculkan spekulasi bahwa pemerintah masih berhati-hati terhadap kondisi ekonomi global. Pasalnya, kebijakan itu diumumkan bersamaan dengan persiapan stimulus ekonomi tambahan untuk menjaga laju pertumbuhan nasional.
Di sisi lain, pemerintah tampaknya ingin memastikan tekanan ekonomi global tidak berdampak besar terhadap aktivitas usaha dan konsumsi masyarakat di dalam negeri. Karena itu, kombinasi kebijakan WFH dan stimulus ekonomi disiapkan sebagai langkah antisipasi menghadapi ketidakpastian ekonomi dunia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: