Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dunia Diambang 'Hukum Rimba' Gegara Negara Bermental Kolonial, Ini Kata Rusia dan Cina

        Dunia Diambang 'Hukum Rimba' Gegara Negara Bermental Kolonial, Ini Kata Rusia dan Cina Kredit Foto: Unsplash/Filip Andrejevic
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Rusia dan Cina memperingatkan dunia mengenai munculnya kembali pola hubungan internasional yang disebut bermental kolonial di tengah meningkatnya rivalitas geopolitik global.

        Peringatan itu disampaikan dalam deklarasi bersama yang dirilis Kremlin usai pertemuan Presiden Vladimir Putin dan Presiden Xi Jinping di Beijing.

        Baca Juga: Ternyata Ada Warga Israel Jadi Aktivis Global Sumud Flotilla, Semua Bebas dari Penjara

        Dalam dokumen tersebut, Moskow dan Beijing menilai dunia kini bergerak menuju situasi “hukum rimba” atau law of the jungle akibat meningkatnya fragmentasi global dan perebutan pengaruh antarnegara besar.

        Rusia dan Cina menyatakan stabilitas internasional semakin rapuh dan agenda perdamaian dunia menghadapi ancaman serius.

        “Kondisi global menjadi semakin kompleks dan ada risiko komunitas internasional kembali pada pola hubungan berbasis kekuatan semata,” demikian isi deklarasi bersama kedua negara.

        Keduanya juga mengkritik sejumlah negara yang dinilai masih berusaha mengendalikan urusan dunia secara sepihak dan memaksakan kepentingan mereka kepada negara lain.

        Menurut Rusia dan Cina, pendekatan tersebut mencerminkan mentalitas era kolonial yang dinilai masih dipertahankan sebagian negara dalam politik global modern.

        Selain itu, Moskow dan Beijing menegaskan akan terus menjalankan kebijakan luar negeri yang “independen dan berdaulat” di tengah memanasnya situasi geopolitik internasional.

        “Yang paling penting adalah Rusia dan Cina berkomitmen pada kebijakan luar negeri yang independen dan berdaulat,” kata Putin dalam konferensi pers bersama Xi Jinping.

        Dalam kesempatan itu, Putin juga menyebut Rusia tetap terbuka bekerja sama dengan berbagai mitra internasional, termasuk Amerika Serikat, meski hubungan global sedang mengalami ketegangan besar.

        Baca Juga: Amerika dan Sekutunya Murka ke Israel Soal Penangkapan Relawan Gaza, Sampai Sebut Jijik!

        Pernyataan Rusia dan Cina muncul di tengah konflik berkepanjangan di Ukraina serta meningkatnya rivalitas geopolitik antara blok Barat dan Timur.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: