Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        DPRD DKI Mau Jadi Batman usai Jakarta Barat Dijuluki Gotham City

        DPRD DKI Mau Jadi Batman usai Jakarta Barat Dijuluki Gotham City Kredit Foto: Gemini/Wahyu Pratama
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Maraknya aksi kriminalitas dan pembegalan di Jakarta Barat membuat wilayah tersebut ramai dijuluki sebagai “Gotham City” oleh masyarakat. Situasi itu bahkan memunculkan respons unik dari Anggota DPRD DKI Hardiyanto Kenneth yang mengaku siap menjadi “Batman” untuk ikut mengawasi keamanan kawasan tersebut.

        Kenneth menyampaikan hal itu usai menghadiri diskusi Forum Komunikasi Pimpinan Kota (Forkopimko) di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Jumat. Ia mengatakan dirinya ingin mengambil peran layaknya tokoh superhero dalam cerita DC Comics yang bertugas memberantas kriminalitas di Gotham City.

        “Jadi saya mencoba memposisikan diri menjadi Batman ya. Batman itu kan kita tahu superhero di Gotham City. Jadi saya akan menjadi Batman yang akan selalu mengawasi terkait apa yang terjadi di Jakarta Barat,” kata Kenneth dikutip dari ANTARA.

        Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap keamanan Jakarta Barat yang belakangan kerap dikaitkan dengan maraknya kasus begal dan tindak kriminal jalanan. Julukan Gotham City pun ramai digunakan warga di media sosial sebagai sindiran terhadap kondisi keamanan wilayah tersebut.

        Kenneth menilai analogi dirinya sebagai Batman masih berkaitan dengan fungsi pengawasan yang dimiliki anggota dewan. Menurut dia, DPRD memang memiliki tugas untuk ikut memantau berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat, termasuk isu keamanan lingkungan.

        “Sesuai dengan fungsi saya sebagai anggota dewan kan, anggota dewan kan fungsinya mengawasi,” katanya.

        Ia juga mengibaratkan unsur Forkopimko Jakarta Barat seperti tim Justice League yang bekerja bersama menjaga keamanan wilayah. Mulai dari wali kota, kepolisian, TNI, hingga kejaksaan disebut harus bersinergi untuk menekan angka kriminalitas di Jakarta Barat.

        “Batman bekerja sama dengan Justice League. Jadi Jakarta Barat kami jamin aman dan kondusif,” ujarnya.

        Di sisi lain, Kenneth meminta masyarakat tetap percaya terhadap kinerja aparat kepolisian dalam menangani maraknya aksi begal di Jakarta Barat. Ia optimistis penanganan keamanan bisa dilakukan lebih efektif melalui pemetaan lokasi rawan kriminalitas.

        Menurut Kenneth, pemetaan titik rawan tersebut nantinya dapat digunakan untuk menentukan lokasi pemasangan CCTV baru. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat pengawasan di kawasan yang sering terjadi tindak kriminal jalanan.

        Baca Juga: Surat Investor China ke Prabowo Disorot DPR, Isu Korupsi hingga Pemerasan Muncul

        Selain itu, Kenneth juga mengusulkan penggunaan dana corporate social responsibility atau CSR dari pihak swasta untuk mendukung pengadaan CCTV tambahan di Jakarta Barat. Skema tersebut dinilai bisa menjadi solusi percepatan tanpa membebani anggaran daerah secara penuh.

        “Mungkin kita bisa gunakan sistem sewa. Kita cari CSR dari pihak-pihak yang membantu, mungkin dari BUMD, supaya bisa membantu skema penyewaan CCTV ini. Jadi kita pasang ke titik-titik penting yang sering terjadi tindak-tindak kriminal begal,” kata Kenneth.

        Fenomena “Gotham City” Jakarta Barat sendiri belakangan menjadi perbincangan luas di media sosial setelah sejumlah kasus kriminal jalanan ramai diperbincangkan warga. Julukan itu merujuk pada kota penuh kriminalitas dalam dunia fiksi DC Comics yang menjadi latar cerita Batman.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: