Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Musk Incar Rekor Wall Street Lewat IPO SpaceX

        Musk Incar Rekor Wall Street Lewat IPO SpaceX Kredit Foto: Instagram/Elon Musk
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Elon Musk bergerak cepat menuju Wall Street, melalui SpaceX, perusahaan roket, satelit, dan kecerdasan buatan miliknya, resmi mengajukan dokumen untuk Initial Public Offering (IPO) yang berpotensi menjadi yang terbesar dalam sejarah.

        Dalam pengajuan tersebut, SpaceX berencana menghimpun dana hingga US$75 miliar. Jika berhasil, IPO ini akan melampaui rekor IPO mana pun sepanjang sejarah, menjadikan Musk sebagai trillionaire pertama di dunia, serta memperkuat posisinya sebagai salah satu pengusaha paling berpengaruh di generasinya.

        Setelah IPO, Musk akan tetap menjabat sebagai CEO, Chief Technology Officer (CTO), sekaligus Chairman of the Board perusahaan. Media Amerika melaporkan bahwa SpaceX menargetkan valuasi hingga US$1,75 triliun saat mulai diperdagangkan, yang diperkirakan bisa terjadi secepatnya bulan depan.

        Dikutip dari AP, ini merupakan kali pertama dalam 24 tahun berdirinya SpaceX mengungkapkan laporan keuangan secara publik melalui dokumen prospektus S-1 yang diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC).

        Laporan tersebut menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2025, SpaceX membukukan pendapatan US$8,7 miliar, namun masih mengalami kerugian operasional sebesar US$2,6 miliar akibat investasi besar-besaran pada pengembangan roket generasi baru dan teknologi kecerdasan buatan.

        Bisnis internet satelit Starlink menjadi mesin utama pendapatan SpaceX, dengan meraup US$1,4 miliar sepanjang 2025, naik hampir 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

        Sementara itu, segmen AI yang mencakup xAI dan platform media sosial X (dulu Twitter) membukukan pendapatan US$3,2 miliar sepanjang 2025. Namun, segmen ini mencatat kerugian operasional hingga US$6,4 miliar karena biaya tinggi untuk membangun pusat data pelatihan AI.

        Pengeluaran modal (capital expenditure) untuk segmen AI saja mencapai US$2,7 miliar sepanjang 2025 dan melonjak menjadi US$7,7 miliar hanya dalam tiga bulan pertama 2026, mencerminkan besarnya investasi yang dibutuhkan untuk bersaing dengan raksasa teknologi seperti Google, Meta, dan Amazon.

        SpaceX juga mengungkapkan telah menandatangani kesepakatan untuk menyewakan kapasitas cadangan di pusat data Colossus dan Colossus II kepada perusahaan AI rival, Anthropic, senilai US$250 juta per bulan hingga Mei 2029.

        Pengajuan IPO ini muncul hanya beberapa hari setelah Musk mengalami kekalahan hukum penting dalam persaingannya dengan OpenAI.

        Dengan Anthropic yang juga bersiap melakukan IPO, tahun 2026 berpotensi menjadi salah satu tahun paling penting di Wall Street dalam beberapa waktu terakhir.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: