Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kronologi Penembakan di Dekat White House, Pria Bersenjata Tembaki Secret Service

        Kronologi Penembakan di Dekat White House, Pria Bersenjata Tembaki Secret Service Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Penembakan terjadi di sekitar Gedung Putih atau White House, Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (22/5/2026) waktu setempat, setelah seorang pria melepaskan tembakan ke arah pos pemeriksaan keamanan Secret Service. Pelaku akhirnya tewas ditembak aparat, sementara satu warga sipil dilaporkan ikut terluka dalam insiden tersebut.

        Mengutip Al Jazeera, insiden bermula sekitar pukul 18.00 waktu setempat ketika seorang pria mendekati pos pemeriksaan Secret Service di persimpangan 17th Street dan Pennsylvania Avenue, tidak jauh dari kompleks White House.

        Berdasarkan keterangan resmi Secret Service, pelaku awalnya membawa senjata yang disembunyikan di dalam tas sebelum akhirnya mengeluarkan senjata dan mulai menembaki petugas keamanan yang berjaga di lokasi.

        Aparat Secret Service kemudian membalas tembakan dan mengenai pelaku. Pria tersebut sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat sebelum dinyatakan meninggal dunia.

        Dalam insiden itu, satu warga sipil juga terkena tembakan. Namun hingga kini aparat belum memastikan apakah korban terkena peluru dari pelaku atau saat terjadi baku tembak dengan petugas.

        Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan berada di dalam White House saat insiden berlangsung dan dipastikan tidak mengalami luka. Setelah penembakan terjadi, kawasan White House langsung diberlakukan lockdown.

        Secret Service memastikan tidak ada personel mereka yang terluka dalam kejadian tersebut.

        Kronologi Penembakan di Dekat White House

        Berikut rangkaian peristiwa berdasarkan keterangan aparat dan laporan media setempat:

        • Pelaku mendekati pos pemeriksaan Secret Service di dekat White House sekitar pukul 18.00 waktu setempat.
        • Senjata api disembunyikan di dalam tas.
        • Pelaku kemudian mengeluarkan senjata dan mulai menembaki petugas.
        • Secret Service membalas tembakan di lokasi.
        • Pelaku terkena tembakan dan dibawa ke rumah sakit.
        • Satu warga sipil ikut terluka dalam insiden tersebut.
        • White House langsung diberlakukan lockdown.
        • Aparat FBI dan National Guard diterjunkan mengamankan area.

        Direktur FBI Kash Patel menyatakan pihaknya ikut membantu penyelidikan bersama Secret Service.

        “Kami akan memberikan perkembangan informasi kepada publik ketika memungkinkan,” ujar Patel melalui media sosial.

        Sementara itu, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Markwayne Mullin menyebut insiden tersebut menjadi pengingat atas tingginya risiko yang dihadapi aparat penegak hukum setiap hari.

        Penembakan ini terjadi kurang dari satu bulan setelah dugaan upaya pembunuhan terhadap Trump pada 25 April 2026. Saat itu aparat menangkap seorang tersangka di hotel Washington yang menjadi lokasi acara White House Correspondents’ Association Dinner.

        Hingga kini identitas pelaku dan motif penembakan di dekat White House tersebut belum diumumkan secara resmi. Secret Service menyatakan investigasi masih berlangsung.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: