Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Ingin Bangun 'Ruang Paling Aman' untuk Presiden Amerika Serikat Usai Penembakan Gedung Putih

        Trump Ingin Bangun 'Ruang Paling Aman' untuk Presiden Amerika Serikat Usai Penembakan Gedung Putih Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Insiden penembakan di dekat Gedung Putih pada Sabtu (23/5/2026) malam memunculkan spekulasi bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mendorong peningkatan sistem keamanan baru untuk melindungi presiden-presiden AS di masa mendatang.

        Spekulasi itu muncul setelah Trump secara terbuka menyinggung pentingnya membangun ruang perlindungan paling aman di Washington DC usai insiden penembakan yang terjadi tak jauh dari kompleks Gedung Putih.

        Baca Juga: Terungkap Alasan Amerika Serang Venezuela, Trump Buat Pengakuan Mengejutkan!

        “Hal ini menunjukkan betapa pentingnya, bagi seluruh Presiden di masa depan, untuk mendapatkan ruang paling aman dan terlindungi yang pernah dibangun di Washington DC. Keamanan nasional negara kita menuntut hal itu!” tulis Trump di Truth Social.

        Pernyataan tersebut langsung memicu pembahasan mengenai kemungkinan adanya evaluasi besar terhadap sistem keamanan presiden Amerika Serikat, terutama di area sekitar Gedung Putih yang selama ini menjadi simbol pusat kekuasaan AS.

        Insiden bermula ketika seorang pria bersenjata mendekati pos pemeriksaan di area 17th Street dan Pennsylvania Avenue sambil membawa tas.

        Menurut Kepala Komunikasi Secret Service, Anthony Guglielmi, pelaku kemudian mengeluarkan senjata dan menembaki petugas.

        Agen Secret Service langsung membalas tembakan dan melumpuhkan pelaku di lokasi. Pelaku kemudian dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.

        Trump juga mengungkap bahwa pria tersebut memiliki riwayat kekerasan dan diduga memiliki obsesi terhadap Gedung Putih.

        Sumber penegak hukum yang dikutip Reuters menyebut pelaku sebelumnya telah diidentifikasi sebagai individu dengan gangguan emosional dan pernah menerima larangan mendekati area tertentu.

        Meski tidak ada agen Secret Service yang terluka, seorang warga sipil dilaporkan terkena tembakan dan masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

        Baca Juga: Donald Trump Ungkap Sumber Dana Perang Amerika Serikat-Iran

        Peristiwa ini kembali memunculkan pertanyaan soal seberapa kuat sistem perlindungan presiden AS menghadapi ancaman individu bersenjata yang mampu mendekati perimeter Gedung Putih.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: