Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Yakin Rudy Mas’ud Tak Terpengaruh Narasi Keliru, Walkot Samarinda Andi Harun Bantah Terlibat Aksi Masa yang Tuntut Hak Angket

        Yakin Rudy Mas’ud Tak Terpengaruh Narasi Keliru, Walkot Samarinda Andi Harun Bantah Terlibat Aksi Masa yang Tuntut Hak Angket Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Audiensi antara Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, dengan perwakilan Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim berlangsung alot, Kamis (21/5/2026). Pertemuan tersebut merupakan puncak dari aksi massa bertajuk "215" yang sebelumnya berlangsung di Samarinda.

        Aksi unjuk rasa dipicu oleh kebijakan alokasi anggaran Pemerintah Provinsi Kaltim yang dinilai masyarakat melanggar aturan. Dua proyek utama yang menjadi sorotan adalah pengadaan mobil dinas baru senilai Rp8,5 miliar serta anggaran renovasi rumah dinas gubernur dan wakil gubernur yang mencapai Rp25 miliar.

        Dalam ruang audiensi, perwakilan massa secara tegas meminta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur untuk segera menggulirkan hak angket. Tujuannya, guna menyelidiki dugaan pelanggaran penggunaan anggaran tersebut.

        Menanggapi tuntutan itu, Rudy Mas’ud menyatakan tidak mempermasalahkan apabila DPRD menjalankan hak angket. Ia menegaskan bahwa mekanisme tersebut merupakan bagian dari tata laksana pemerintahan yang memiliki prosedur resmi dan tidak dapat dilakukan secara instan.

        Rudy juga mengingatkan agar seluruh pihak menghormati mekanisme hukum yang berlaku. Ia menilai proses konstitusional harus dijalankan sesuai tahapan dan tidak dapat dilakukan sembarangan.

        Di tengah memanasnya polemik, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, turut angkat bicara. Ia membantah keras namanya dikaitkan dengan Aksi Damai 215. Bantahan itu disampaikan setelah beredar potongan video di media sosial yang memperlihatkan salah satu peserta aksi meneriakkan namanya di tengah unjuk rasa.

        Andi menilai narasi yang menghubungkan dirinya dengan aksi yang mengarah kepada Gubernur Rudy Mas’ud sebagai upaya tidak bertanggung jawab. Menurutnya, potongan video yang beredar perlu dicermati secara utuh.

        Andi mengatakan dari video yang beredar terlihat adanya seseorang yang secara sadar mengarahkan pertanyaan kepada peserta aksi dengan menyebut namanya, lalu memancing respons spontan di lapangan.

        Ia menduga langkah tersebut sengaja dilakukan untuk membenturkan dirinya dengan Gubernur Kalimantan Timur.

        Meski demikian, mantan legislator Kaltim itu memastikan hubungan komunikasi dan koordinasinya dengan Rudy Mas’ud tetap berjalan baik, terutama dalam urusan pemerintahan dan pembangunan daerah. Andi juga meyakini gubernur dapat melihat persoalan tersebut secara jernih dan tidak mudah terpengaruh narasi yang berkembang di media sosial.

        Baca Juga: STNK Hilang atau Rusak? Ini Syarat, Prosedur, dan Biaya Pengurusannya di Samsat

        "Saya mengimbau penyampaian aspirasi tidak boleh mengganggu persatuan dan suasana kondusif daerah, karena itu adalah pondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan," kata Andi Harun dikutip dari ANTARA, Minggu (23/5/2026).

        Ia pun menolak apabila aspirasi masyarakat dipolitisasi untuk menyerang pihak tertentu dan menegaskan dirinya tidak memiliki kepentingan dalam dinamika politik yang berkembang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: