Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kumpulan Dzikir dan Doa Hari Arafah Paling Mustajab: Arab, Latin dan Artinya

        Kumpulan Dzikir dan Doa Hari Arafah Paling Mustajab: Arab, Latin dan Artinya Kredit Foto: Pixabay/mohamed_hassan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Hari Arafah menjadi salah satu momen paling istimewa bagi umat Islam menjelang Hari Raya Idul Adha.

        Pada hari yang jatuh setiap 9 Dzulhijjah itu, umat Muslim tidak hanya dianjurkan puasa Arafah, tetapi juga memperbanyak dzikir, doa, hingga munajat kepada Allah SWT karena diyakini sebagai waktu yang penuh keberkahan dan pengampunan dosa.

        Bagi jamaah haji, Hari Arafah identik dengan wukuf di Padang Arafah. Sementara bagi umat Islam yang tidak berhaji, amalan seperti puasa Arafah, membaca takbir, tahmid, tahlil, dan doa-doa terbaik sangat dianjurkan untuk diamalkan.

        Baca Juga: Jangan Lewatkan! Ini Keutamaan Puasa Arafah, Niat dan Tata Caranya

        Dzikir dan Doa saat Hari Arafah

        Mengutip laman BPKH, berikut kumpulan dzikir dan doa terbaik yang bisa diamalkan saat Hari Arafah:

        1. Tahmid

        الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ

        Alhamdulillāhi rabbil ālamīn

        Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”

        2. Takbir dan Tahmid

        اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ

        Allāhu akbar wa lillāhil hamd

        Artinya: “Allah Maha Besar. Segala puji bagi Allah.”

        3. Tahlil Utama Hari Arafah

        لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، لَهُ المُلْكُ وَ لَهُ الحَمْدُ ، وَ هُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

        Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ‘ala kulli syai-in qodiir

        Artinya: “Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan, segala pujian dan Allah yang menguasai segala sesuatu.”

        4. Doa Agar Dimudahkan Meninggalkan Maksiat

        اللَّهُمَّ انْقُلْنِي مِنْ ذُلِّ الْمَعْصِيَةِ إلَى عِزِّ الطَّاعَةِ وَاكْفِنِي بِحَلَالِك عَنْ حَرَامِك وَأَغْنِنِي بِفَضْلِك عَمَّنْ سِوَاكَ وَنَوِّرْ قَلْبِي وَقَبْرِي وَأَعِذْنِي مِنْ الشَّرِّ كُلِّهِ، وَاجْمَعْ لِي الْخَيْرَ إنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

        Allāhummanqulnī min dzullil ma'shiyati ilā 'izzit thā'ah, wakfinī bi halālika 'an harāmik, wa aghninī bi fadhlika 'an man siwāk. Wa nawwir qalbī wa qabrī. Wa a'idznī minas syarri kullih. Wajma' liyal khayr. Innī as'alukal hudā wat tuqā, wal 'afāfa, wal ghinā.

        Artinya: “Ya Allah, pindahkan aku dari rendahnya kemaksiatan ke kemuliaan taat. Cukupilah aku dengan halal-Mu dari barang haram-Mu. Genapilah diriku dengan kemurahan-Mu dari zat selain diri-Mu. Terangilah hati dan kuburku. Lindungilah aku dari segala bentuk kejahatan. Kumpulkanlah segala kebaikan pada diriku. Aku memohon kepada-Mu petunjuk, takwa, kecukupan, dan kekayaan.”

        5. Doa Sapu Jagad

        اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

        Allāhumma rabbanā ātinā fid duniya hasanah, wa fil ākhirati hasanah, wa qinā 'adzāban nār.

        Artinya: “Ya Allah, Tuhan kami, berikanlah kebaikan kepada kami di dunia dan kebaikan di akhirat. Lindungilah kami dari siksa neraka.”

        6. Doa Pengakuan Dosa

        اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيْرًا كَبِيْرًا وَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ وَارْحَمْنِي إِنَّكَ أَنْتَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

        Allāhumma innī zhalamtu nafsī zhulman katsīran kabīran, wa innahū lā yaghfirud dzunūba illā anta, faghfir lī maghfiratan min 'indik, warhamnī innaka antal ghafūrur rahīm.

        Artinya: “Ya Allah, sungguh aku menganiaya diriku dengan penganiayaan yang banyak dan besar. Tiada yang mengampuni dosa selain Kau. Oleh karena itu, ampunilah aku dengan ampunan dari sisi-Mu. Kasihanilah aku, sungguh Kau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

        7. Doa Istikamah dalam Tobat

        اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً تَصْلُحُ بِهَا شَأْنِي فِي الدَّارَيْنِ وَارْحَمْنِي رَحْمَةً وَاسِعَةً أَسْعَدُ بِهَا فِي الدَّارَيْنِ وَتُبْ عَلَيَّ تَوْبَةً نَصُوْحًا لَا أَنْكُثُهَا أَبَدًا وَأَلْزِمْنِي سَبِيْلَ الاِسْتِقَامَةِ لَا أَزِيْغُ عَنْهَا أَبَدًا

        Allāhummaghfir lī maghfiratan tashluhu bihā sya'nī fid dārayn, warhamnī rahmatan wāsi'atan as'adu bihā fid dārayn, wa tub 'alayya taubatan nashūhā lā ankutsuhā abadā, wa alzimnī sabīlal istiqāmah lā azīghu 'anhā abadā.

        Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku dengan ampunan yang membuat maslahat urusanku di dunia dan akhirat. Berikanlah aku rahmat-Mu yang luas di mana aku dapat bahagia di dunia dan akhirat. Bimbinglah aku dalam tobat nashuha yang mana aku takkan melanggarnya lagi selamanya. Ikatlah aku di jalan istikamah yang mana aku takkan menyimpang darinya selamanya.”

        8. Dzikir dan Doa Cahaya Hati

        لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير

        La ilaha illallahu wahdahu la syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ala kulli syay’in qadir. Allahummaj‘al fi qalbi nuran, wa fi sam‘i nuran, wa fi bashari nuran. Allahummasyrah li shadri wa yassir li amri. Allahumma lakal hamdu.

        Artinya: “Tiada tuhan selain Allah yang esa. Tiada sekutu bagi-Nya. Segala kekuasaan dan pujian bagi-Nya. Dia kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, jadikanlah cahaya pada hatiku, cahaya pada pendengaranku, dan cahaya pada penglihatanku. Ya Allah, lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku. Ya Allah, segala puji bagi-Mu.”

        9. Doa Perlindungan

        اللَّهُمَّ لَك صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي ، وَإِلَيْك مَآبِي وَلَك تُرَاثِي اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَوَسْوَسَةِ الصَّدْرِ وَشَتَاتِ الْأَمْرِ اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِك مِنْ شَرِّ مَا تَجِيءُ بِهِ الرِّيحُ

        Allahumma laka shalati, wa nusuki, wa mahyaya, wa mamati, wa ilayka ma'abi, wa laka turatsi. Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabil qabri, wa waswasatis shadri, wa syattatil amri. Allahumma inni a'udzu bika min syarri ma taji'u bihir rihu.

        Artinya: “Ya Allah, shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk-Mu. Hanya kepada-Mu tempat pulangku. Hanya milik-Mu peninggalanku. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, kebimbangan dalam hati, dan berantakannya persoalan. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang dibawa oleh angin.”

        Hari Arafah dikenal sebagai waktu terbaik untuk memperbanyak doa karena diyakini menjadi salah satu hari paling mustajab dalam Islam. Umat Muslim dianjurkan memanfaatkan momen tersebut untuk memohon ampunan, keberkahan hidup, hingga keselamatan dunia dan akhirat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: