Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Sistem Sumatera Pulih, PLN Fokus Cegah Gangguan Berulang

        Sistem Sumatera Pulih, PLN Fokus Cegah Gangguan Berulang Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di wilayah Sumatera telah pulih sepenuhnya dan kembali beroperasi stabil setelah gangguan blackout yang terjadi pada Jumat (22/5/2026). Pemulihan dilakukan secara bertahap hingga seluruh pelanggan kembali tersambung pada Minggu pagi.

        Direktur Transmisi PLN, Edwin Nugraha Putra, menjelaskan bahwa pemulihan sistem berlangsung bertahap seiring masuknya kembali pembangkit ke dalam sistem interkoneksi Sumatera.

        “Sehingga pelanggan-pelanggan kami dengan masuknya pembangkit-pembangkit secara bertahap dimulai jam 18.44 di hari Jumat, kemudian kurang lebih 20–30 persen dalam 5 jam kemudian baru bisa menyala, kemudian 10 sampai 15 persen kembali tambah 10 persen dan terakhir menyala seluruhnya pada hari Minggu jam 06.15 atau jam 06.17 WIB,” ujar Edwin dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Senin (25/5/2026).

        Ia menambahkan, pada Minggu pukul 06.17 WIB seluruh pelanggan di Sumatera telah kembali mendapatkan pasokan listrik, meski proses normalisasi pembangkit masih berlangsung hingga sore hari.

        “Hari Minggu 06.17 sudah menyala semua tetapi masih ada pembangkit-pembangkit PLTU kami yang belum menyala. Ini bertahap sampai jam 18.00 sore,” katanya.

        Pada periode beban puncak malam hari, sistem sempat mengalami penyesuaian operasional akibat peningkatan konsumsi listrik masyarakat sekitar 200–300 MW.

        “Ketika beban magrib naik lagi bebannya, masih ada kekurangan sekitar 200 sampai 300 MW, terpaksa kami padamkan kembali. Tetapi itu berlangsung dari jam 18.36 sampai jam 20.15, kurang lebih 2 jam kurang,” ungkap Edwin.

        Kondisi tersebut kemudian kembali normal seiring turunnya beban dan masuknya pembangkit ke sistem kelistrikan Sumatera.

        “Kemudian bisa kita normalkan kembali seiring demand-nya yang semakin turun dan pembangkit kami mulai masuk,” tambahnya.

        Penguatan Mitigasi Transmisi

        Pasca pemulihan sistem, PLN memperkuat langkah mitigasi melalui peningkatan inspeksi jaringan transmisi, khususnya pada titik-titik rawan gangguan dan berbeban tinggi di sistem interkoneksi Sumatera.

        PLN juga mengoptimalkan penggunaan teknologi infrared inspection untuk mendeteksi potensi kenaikan suhu abnormal pada sambungan dan konduktor sebagai indikator awal gangguan.

        Baca Juga: PLN Perkuat Pengawasan Jalur Transmisi Usai Blackout Sumatera

        Baca Juga: PLN Sampaikan Progres Pemulihan Kelistrikan di Sumatera

        “Nah, ketika kami mengetahui itu lebih panas, ada suhu-suhu tertentu kami bandingkan tentunya dengan suhu udara, apakah kenaikannya sekitar 10 derajat atau 15 derajat ada rinciannya. Nah, kalau ada yang tinggi biasanya kami akan melakukan pemeliharaan khusus ke tempat-tempat tersebut,” ujar Edwin.

        Menurut dia, pendekatan tersebut menjadi bagian dari penguatan sistem pemeliharaan berbasis kondisi (condition-based maintenance) guna mencegah gangguan berulang pada jaringan transmisi.

        Dengan langkah tersebut, PLN menargetkan sistem kelistrikan Sumatera semakin andal, adaptif, dan memiliki respons lebih cepat terhadap potensi gangguan, terutama yang dipicu faktor cuaca dan kondisi teknis jaringan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: