Hanya 29 Persen Peserta Lolos SNBT 2026, Sisa Kuota 11 Persen Dialihkan ke Jalur Mandiri
Kredit Foto: Ist
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) memperketat sistem pengawasan dan pencegahan kecurangan dalam pelaksanaan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
Langkah ini diambil di tengah lonjakan jumlah pendaftar yang mencetak rekor baru dalam tiga tahun terakhir.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, mengungkapkan bahwa berbagai teknologi canggih dikerahkan di lokasi ujian.
Mulai dari penggunaan detektor logam (metal detector), pemindaian wajah (face recognition), pengacakan jadwal dan lokasi ujian, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi anomali jawaban peserta.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menegaskan bahwa integritas dan kejujuran menjadi harga mati dalam proses seleksi nasional tahun ini.
"Pendidikan adalah proses menyiapkan masa depan. Karena itu, kami tidak akan menoleransi sekecil apa pun bentuk pelanggaran integritas dalam proses seleksi nasional ini," tegas Menteri Brian dalam konferensi pers di Kantor Kemdiktisaintek, Senin (25/5/2026).
Ketatnya pengawasan ini mengiringi antusiasme luar biasa dari calon mahasiswa. Data SNBT 2026 mencatat jumlah pendaftar menembus angka 871.496 peserta.
Angka ini meningkat signifikan dibanding tahun 2025 yang sebanyak 860.976 peserta, dan tahun 2024 yang berjumlah 785.058 peserta.
Sementara itu, hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 resmi diumumkan pada Senin (25/5/2026) mulai pukul 15.00 WIB. Dari total 871.496 peserta yang mendaftar, tercatat hanya 256.369 orang yang dinyatakan lolos dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), atau setara dengan 29,42 persen.
Ketatnya persaingan ini juga menyisakan ruang pada daya tampung total yang disediakan. Pada SNBT 2026, kuota yang disiapkan sebenarnya mencapai 286.864 kursi, namun hanya 256.369 kursi yang akhirnya terisi oleh peserta yang lolos seleksi.
Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, menjelaskan bahwa persentase keterisian daya tampung tersebut berada di angka 89,37 persen. Dampaknya, sisa kuota yang belum terpenuhi akan dilimpahkan ke jalur seleksi berikutnya.
“Artinya akan ada kuota sejumlah hampir 11 persen, sekitar 10,6 persen itu yang akan dialihkan ke jalur mandiri ya,” ujar Wolok.
Dengan demikian, bagi para peserta yang belum berhasil melenggang lewat jalur SNBT, peluang untuk memperebutkan sisa kursi di PTN impian masih terbuka lebar melalui jalur Mandiri yang akan segera dibuka oleh masing-masing universitas.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat