Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Purbaya Potong Anggaran MBG Demi Efisiensi, BGN Bilang Begini

        Purbaya Potong Anggaran MBG Demi Efisiensi, BGN Bilang Begini Kredit Foto: Fajar Sulaiman
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa belum lama ini mengumumkan pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp67 triliun dari sebelumnya Rp335 triliun menjadi Rp268 triliun. 

        Menanggapi hal itu, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan program andalan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tetap berjalan optimal.

        Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik S. Deyang, mengatakan pihaknya mendukung penuh kebijakan efisiensi yang dilakukan pemerintah melalui Kementerian Keuangan.

        “BGN menghormati dan mengikuti arahan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan yang dipimpin Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, terkait langkah efisiensi anggaran negara. Penyesuaian ini lebih diarahkan pada belanja operasional agar penggunaan anggaran semakin efektif dan memberikan dampak maksimal,” ujar Nanik, dikutio dari laman resmi BGN, Selasa (26/5).

        Menurut Nanik, koordinasi antara BGN dan Kementerian Keuangan berjalan baik untuk memastikan keberlanjutan program MBG tetap terjaga sebagai salah satu program strategis nasional pemerintahan Prabowo.

        Baca Juga: Golkar Minta Purbaya Cari Duit Jika MBG Berlanjut: Jangan Ganggu Dana Pendidikan

        “Sinergi antara Kementerian Keuangan dan BGN menunjukkan komitmen bersama pemerintah dalam menjaga kualitas program MBG sekaligus memastikan tata kelola anggaran dilakukan secara transparan, akuntabel, dan berkelanjutan,” katanya.

        Dalam APBN 2026, total anggaran resmi BGN kini tercatat sebesar Rp268 triliun. Dana tersebut difokuskan untuk mendukung operasional program MBG melalui jaringan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

        Hingga 24 Mei 2026, program MBG disebut telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat melalui 29.225 SPPG di seluruh Indonesia.

        Pemerintah memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal meskipun sejumlah pos operasional mengalami penyesuaian anggaran.

        Nanik menilai langkah efisiensi justru bisa menjadi momentum memperkuat kualitas pelaksanaan program agar lebih efektif dan tepat sasaran.

        “Prinsip utama kami adalah memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap optimal. Efisiensi bukan berarti mengurangi komitmen pemerintah terhadap program MBG, tetapi memperkuat efektivitas pelaksanaannya agar manfaatnya semakin luas dan berkelanjutan,” tutup Nanik.

        Sebelumnya, Menkeu Purbaya juga telah menegaskan pemangkasan anggaran MBG bukan berarti pemerintah melemahkan program tersebut.

        Baca Juga: Ribuan Dapur MBG Disetop Sementara, BGN Bongkar Masalah Standar di Lapangan

        “Jadi jangan nyalah-nyalahin MBG lagi, Presiden sedang memperbaiki manajemen MBG dan cara mereka membelanjakan uang,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi Mei 2026 di Jakarta, dikutip Rabu (20/5/2026).

        Ia menyebut efisiensi dilakukan atas arahan langsung Presiden Prabowo agar dana yang dikelola BGN bisa digunakan lebih optimal tanpa mengganggu tujuan utama program pemberian makanan bergizi kepada masyarakat.

        “Penghematan-penghematan tertentu sesuai ketentuan Presiden sehingga dana BGN bisa dipakai lebih efisien. Nanti ada penghematan lebih lanjut,” ujar Purbaya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: