Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Merosot Jelang Libur Panjang dan Rebalancing MSCI

        IHSG Merosot Jelang Libur Panjang dan Rebalancing MSCI Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (26/5/2026) setelah tekanan pada saham-saham big caps, aksi ambil untung menjelang libur panjang, serta sentimen geopolitik global membebani pasar.

        Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 1,23% atau turun 76,16 poin ke level 6.130,19. Sepanjang perdagangan, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.286,87 sebelum berbalik melemah hingga level terendah 6.124,79.

        Nilai transaksi tercatat mencapai Rp17,98 triliun dengan volume perdagangan 22,93 miliar saham dan frekuensi transaksi 1,94 juta kali. Sebanyak 461 saham melemah, 258 saham menguat, dan 240 saham stagnan.

        Tekanan terbesar datang dari saham-saham berkapitalisasi besar dan sektor komoditas. Berdasarkan ulasan Mirae Sekuritas, reli saham Grup Barito Pacific tidak mampu menopang indeks setelah pasar dibebani koreksi PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang anjlok 7,5%, PT Timah Tbk (TINS) turun 7,3%, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melemah 3,9%, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang terkoreksi 2,2%.

        Hampir seluruh indeks sektoral berada di zona merah. Sektor industrials terkoreksi paling dalam sebesar 3,38%, diikuti sektor cyclical turun 2,20%, property melemah 2,14%, non-cyclicals turun 1,69%, serta finance terkoreksi 1,52%.

        Sementara itu, sektor teknologi dan transportasi masih mampu bertahan di zona hijau masing-masing naik 0,08% dan 0,06%.

        Baca Juga: IHSG Dibuka Melemah, 168 Saham Berada di Zona Merah

        Baca Juga: IHSG Diproyeksikan Menguat, Berikut Rekomendasi Saham Hari Ini

        PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) memimpin daftar top gainers setelah melonjak 34,09% ke level 118. Kenaikan juga terjadi pada saham PT Arthavest Tbk (ARTA) yang naik 25%, PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) menguat 18,10%, serta PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) yang naik 12,96%.

        Sebaliknya, saham PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menjadi top losers setelah turun 14,98%, disusul PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) yang melemah 14,95%, serta PT Tunas Alfin Tbk (TALF) turun 14,87%.

        Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengatakan pelaku pasar juga tengah mencermati tanda-tanda de-eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang memengaruhi pergerakan pasar global.

        Menurut dia, sentimen tersebut sempat menekan harga minyak mentah dunia ke bawah level US$100 per barel sehingga memberi sentimen positif terhadap stabilitas makro dan penurunan ketidakpastian global.

        Kementerian Luar Negeri Iran sebelumnya menyatakan Iran dan AS telah mencapai kerangka kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang berlangsung lebih dari dua bulan. Namun, nota kesepahaman tersebut belum mencakup detail pengelolaan Selat Hormuz.

        Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump meminta negosiator Washington tidak terburu-buru mencapai kesepakatan dan menegaskan blokade AS terhadap pelabuhan Iran tetap berlaku hingga kesepakatan resmi tercapai.

        Dari domestik, Mirae Asset menilai aktivitas perdagangan berpotensi tertahan menjelang libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dan Hari Lahir Pancasila pada akhir Mei hingga awal Juni.

        “Para pelaku pasar berpotensi melakukan aksi profit taking jangka pendek demi mengamankan cash,” tulis Nafan dalam risetnya.

        Selain itu, investor disebut masih mencermati penyesuaian bobot indeks MSCI kuartalan yang mulai efektif berlaku pada 29 Mei 2026 sehingga mendorong pelaku pasar cenderung bergerak lebih taktis dan berhati-hati.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: