Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Imbas Konflik AS-Iran, Harga Bahan Baku Plastik Melonjak hingga Picu PHK 1.600 Buruh di Sragen

        Imbas Konflik AS-Iran, Harga Bahan Baku Plastik Melonjak hingga Picu PHK 1.600 Buruh di Sragen Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mulai berdampak nyata pada sektor industri manufaktur di Jawa Tengah. Situasi global tersebut memicu lonjakan harga bahan baku yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

        Kebijakan pengurangan tenaga kerja ini melanda PT Combine Will Industrial Indonesia (CWII) di Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Sebanyak 1.600 pekerja kontrak di pabrik pembuatan mainan tersebut terpaksa tidak diperpanjang masa kerjanya.

        Pihak Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Tengah telah bergerak melakukan verifikasi lapangan ke lokasi pabrik. Pemerintah daerah mengonfirmasi bahwa pengurangan ini terjadi di tengah lesunya kondisi pasar internasional.

        “Saya sudah ke sana 18 Mei dengan BPJS, Disnaker Sragen untuk mengkonfirmasi itu (PHK),” ujar Kepala Disnakertrans Jateng Ahmad Aziz, Rabu (27/5/2026). Dari total hampir 10.000 tenaga kerja memang ada kontrak yang tidak diperpanjang akibat penurunan pesanan.

        “Yang kedua, bahan bakunya kan plastik itu ya. Nah, itu juga mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan,” beber Aziz. Melambungnya harga material utama tersebut membuat beban operasional pabrik mainan plastik menjadi tidak seimbang.

        “Iya betul (1.600 pekerja). Jadi itu (PHK) periodenya April dan periode Mei habis kontrak,” ungkap Aziz mengenai data pekerja terdampak. Manajemen terpaksa tidak memperbarui kontrak enam bulanan para buruh demi menyelamatkan stabilitas perusahaan.

        Kendati demikian manajemen perusahaan optimistis kondisi pasar akan kembali pulih pada kuartal keempat tahun ini. Pihak pabrik berjanji akan memprioritaskan pemanggilan ulang para mantan pekerja jika keran pesanan kembali dibuka.

        “Nah, ketika membaik itu nanti akan dipanggil sebagian yang belum dapat pekerjaan,” ujarnya. Di sisi lain pemerintah daerah juga bergerak cepat memetakan lowongan kerja di wilayah Sragen untuk menampung para korban PHK.

        Sebanyak 18 perusahaan di Sragen dilaporkan membuka kesempatan kerja baru dengan total 5.900 posisi penempatan. Hingga saat ini ratusan mantan pekerja pabrik mainan tersebut dikabarkan sudah mulai terserap di tempat kerja baru.

        “Maka di tiga hari yang lalu itu sudah ada progresnya, ada sekitar 800 yang eks pekerja CWII," kata Aziz. Para buruh tersebut kini ditampung di sejumlah korporasi besar seperti Pan Brothers hingga Djarum.

        Baca Juga: Pemerintah Bentuk Satgas PHK Saat Rupiah Melemah, Ini Tujuannya Menurut Menaker

        Aziz mengingatkan bahwa para pekerja terdampak tidak mendapatkan hak pesangon karena status hubungan kerja yang telah selesai masa kontraknya. Namun negara memastikan hak jaminan sosial para buruh akan tetap dicairkan secara penuh.

        “Kalau kontrak habis itu namanya kompensasi BPJS Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP),” pungkas Aziz. Aturan skema kompensasi tersebut diharapkan mampu menyokong kondisi finansial para pekerja selama masa transisi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: