Vietjet Buka Rute Penerbangan Hanoi–Praha, Gerbang Baru ke Eropa bagi Wisatawan Indonesia
Kredit Foto: Istimewa
Vietjet mengumumkan peluncuran rute baru Hanoi–Praha, dengan tarif Eco all-inclusive mulai dari US$405, menandai ekspansi maskapai ke Eropa sekaligus memperkuat konektivitas antara Vietnam dan Uni Eropa. Rute baru ini menghadirkan peluang menarik bagi wisatawan Indonesia, yang dapat terhubung melalui Hanoi untuk menjangkau Praha dan kawasan Eropa yang lebih luas.
Rute Hanoi–Praha dijadwalkan mulai beroperasi pada 10 Oktober 2026, dioperasikan dengan pesawat Airbus A330 milik maskapai dengan transit di Almaty (Kazakhstan), dengan frekuensi awal dua penerbangan pulang pergi per minggu setiap Selasa dan Sabtu. Penerbangan berangkat dari Bandara Internasional Noi Bai di Hanoi pukul 08:25 dan tiba di Bandara Vaclav Havel Praha pukul 18:55. Penerbangan balik berangkat dari Praha pukul 20:55 dan tiba di Hanoi pukul 16:20 keesokan harinya.
Penumpang dari Indonesia dapat terhubung langsung ke Hanoi melalui rute Vietjet yang sudah beroperasi dari Jakarta dan Bali. Untuk merayakan peluncuran ini, Vietjet menawarkan tarif promosi yang tersedia di www.vietjetair.com, aplikasi mobile Vietjet Air, serta kantor tiket resmi dan agen maskapai di seluruh dunia.
“Ini adalah tonggak penting dalam strategi Vietjet untuk menjadi grup penerbangan global. Dengan armada generasi baru, teknologi modern, dan jaringan yang terus berkembang, Vietjet akan segera mengoperasikan lebih banyak rute ke Eropa, memungkinkan penumpang untuk terhubung dengan mudah antara Eropa dan Asia-Pasifik, termasuk destinasi di seluruh Vietnam dan Thailand. Bersama Vietjet, Eropa kini lebih dekat dari sebelumnya. Kami menawarkan tarif yang lebih terjangkau dari sebelumnya dipadukan dengan layanan berkualitas tinggi dan bertaraf dunia, yang secara signifikan mendorong permintaan kunjungan keluarga, pariwisata, serta pertukaran ekonomi dan budaya antara kedua kawasan,” Nguyen Thanh Son, CEO Vietjet.
Jiří Pos, CEO Bandara Praha, mengatakan Vietnam adalah pasar paling signifikan di kawasan Asia Tenggara dalam hal jumlah penumpang. Pada tahun 2025, lebih dari 75.000 orang melakukan perjalanan antara Praha dan Hanoi dalam dua arah. "Koneksi baru ini akan memudahkan perjalanan bagi komunitas Vietnam di Republik Ceko dan keluarga mereka. Pada saat yang sama, kami mengharapkan pertumbuhan pariwisata dan kemudahan akses ke Vietnam bagi wisatawan Ceko. Sama pentingnya adalah penguatan hubungan perdagangan antara Republik Ceko dan Vietnam. Vietnam juga merupakan pintu gerbang utama ke Asia Tenggara, dan kami mengantisipasi bahwa rute ini juga akan digunakan untuk angkutan kargo.”
Senanda dengan itu, menurut František Reismüller, CEO CzechTourism, Koneksi udara antara Praha dan Hanoi sangat penting bagi pariwisata ke Republik Ceko. Vietnam termasuk dalam pasar dengan potensi besar, termasuk sebagai titik transit bagi negara-negara Asia Tenggara lainnya. Aksesibilitas memainkan peran penting dalam keputusan wisatawan mengenai perjalanan mereka. "Rute baru ini akan sangat memudahkan perjalanan ke Republik Ceko, mendukung kedatangan wisatawan dari Asia Tenggara, dan membuka peluang lebih lanjut bagi pengembangan pariwisata dan hubungan perdagangan.”
Praha dikenal sebagai 'Kota Emas' atau 'Kota Seribu Menara', terkenal dengan arsitektur Gotik dan Barok bersejarahnya. Hanoi adalah pintu gerbang budaya Vietnam yang semarak, memadukan warisan berusia berabad-abad dengan dinamisme modern, sekaligus menghubungkan wisatawan internasional ke landmark bersejarah, keajaiban alam, pantai-pantai indah, dan kuliner terkenal di seluruh negeri.
Almaty (Kazakhstan) terkenal dengan pemandangan alam yang menakjubkan di kaki pegunungan Trans-Ili Alatau. Bagi wisatawan Indonesia, rute ini membuka perjalanan baru yang menarik, menggabungkan transit di Asia Tenggara dan Asia Tengah dalam perjalanan menuju jantung Eropa. "Penumpang Vietjet akan menikmati penerbangan yang nyaman dengan armada modern dan awak kabin yang profesional dan berdedikasi, lengkap dengan pilihan menu makanan panas segar yang mencerminkan masakan Vietnam seperti Pho dan Banh Mi, serta berbagai pilihan masakan internasional," tutup Nguyen Thanh Son,
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Sufri Yuliardi
Editor: Sufri Yuliardi
Tag Terkait: