Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Pertama, 70 Persen,' Netanyahu Tegaskan Israel Akan Bergerak Bertahap Kuasai Wilayah Palestina

        'Pertama, 70 Persen,' Netanyahu Tegaskan Israel Akan Bergerak Bertahap Kuasai Wilayah Palestina Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka memberi sinyal bahwa Israel tengah bergerak secara sistematis menuju penguasaan penuh Jalur Gaza.

        Dalam rekaman yang disiarkan media Israel, Netanyahu mengungkap dirinya telah memerintahkan militer Israel memperluas kontrol wilayah Gaza hingga mencapai 70 persen.

        Baca Juga: Amerika Tuntut Semua Negara Muslim Normalisasi Hubungan dengan Israel usai Perang Iran

        “Saat ini kami sepenuhnya menguasai 60 persen wilayah Jalur Gaza dan arahan saya adalah mencapai 70 persen,” kata Netanyahu dalam tayangan Channel 12.

        Pernyataan itu memunculkan spekulasi kuat bahwa Israel sedang menjalankan strategi bertahap untuk menganeksasi Gaza secara menyeluruh. Dugaan tersebut semakin menguat ketika Netanyahu tidak membantah seruan seorang peserta forum yang meminta Israel mengambil alih seluruh wilayah Gaza.

        “Kami bergerak secara bertahap. Pertama 70 persen,” ujar Netanyahu.

        Pernyataan itu dinilai menjadi salah satu sinyal paling terang dari pemerintah Israel terkait kemungkinan pengambilalihan total wilayah Palestina di Gaza setelah berbulan-bulan operasi militer berlangsung.

        Sebelumnya, militer Israel secara diam-diam telah memperluas wilayah pendudukan di Gaza sejak pertengahan Maret 2026. Peta yang dikirim kepada organisasi bantuan kemanusiaan menunjukkan area kontrol Israel bertambah sekitar 11 persen melewati “Yellow Line”, garis pembatas yang disepakati dalam gencatan senjata mediasi Amerika Serikat pada Oktober 2025.

        Dengan perluasan tersebut, Israel kini disebut menguasai sekitar 64 persen wilayah Gaza, naik dari sebelumnya 53 persen.

        Langkah itu membuat sekitar dua juta warga Palestina semakin terdesak ke wilayah yang lebih sempit di tengah kondisi kemanusiaan yang memburuk akibat perang berkepanjangan.

        Menurut laporan terbaru United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs, sebagian besar warga Gaza kini hidup di tenda pengungsian, sekolah rusak hingga bangunan hancur dengan akses air bersih yang sangat terbatas.

        Situasi diperparah oleh buruknya pengelolaan sampah yang memicu penyebaran tikus dan serangga di area permukiman pengungsi.

        Di saat yang sama, serangan udara dan pengeboman Israel dilaporkan masih terjadi hampir setiap hari meski gencatan senjata nominal telah diumumkan tahun lalu.

        Otoritas kesehatan Gaza bahkan melaporkan sedikitnya 10 orang, termasuk empat anak-anak, tewas akibat serangan udara terbaru Israel pada Kamis.

        Konflik Gaza sendiri terus memburuk sejak perang pecah usai serangan kelompok Hamas ke wilayah selatan Israel pada 7 Oktober 2023.

        Sejak itu, lebih dari 72 ribu warga Palestina dilaporkan tewas akibat operasi militer Israel, sementara ratusan lainnya meninggal dalam beberapa bulan terakhir akibat eskalasi serangan yang terus berlangsung.

        Peringatan juga datang dari pejabat tinggi Board of Peace for Gaza, Nickolay Mladenov yang menilai situasi di Gaza berisiko berubah menjadi pendudukan permanen apabila komunitas internasional gagal menekan kedua pihak.

        Baca Juga: Israel Tembaki Nelayan Palestina di Laut Gaza, Tiga Orang Dilaporkan Terluka

        Menurutnya, kondisi saat ini menunjukkan Gaza semakin bergerak menuju status wilayah yang dikontrol penuh secara militer oleh Israel.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: