Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Penjualan Lesu Selama 8 Bulan Berturut-turut, BYD Luncurkan Chip EV Paling Canggih di China untuk Dorong Fitur Smart Driving

        Penjualan Lesu Selama 8 Bulan Berturut-turut, BYD Luncurkan Chip EV Paling Canggih di China untuk Dorong Fitur Smart Driving Kredit Foto: Autohome
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        BYD Co., produsen mobil listrik terbesar di dunia, memperkenalkan serangkaian inovasi teknologi terbaru. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah peluncuran chip khusus otomotif pertama di China dengan proses teknologi 4 nanometer untuk mendukung sistem mobil otonom atau self-driving.

        Terobosan semikonduktor ini membuat BYD semakin dekat untuk menempel ketat dominasi raksasa teknologi China, Huawei Technologies Co. Saat ini, Huawei baru memproduksi chip berukuran 7 nanometer dan berencana meluncurkan chip 1,4 nanometer pada tahun 2031.

        Melalui chip baru ini, BYD ingin fitur bantuan mengemudinya bisa jauh lebih unggul di tengah sengitnya persaingan pasar mobil listrik di China, terutama dalam melawan rival kuat seperti Xpeng Inc. dan Xiaomi Corp.

        Langkah agresif BYD ini bukan tanpa alasan karena penurunan tren penjualan selama delapan bulan berturut-turut, ditambah ketatnya persaingan di bidang teknologi pengisian daya serta sistem mengemudi pintar (intelligent driving), BYD berupaya keras memicu kembali minat beli konsumen.

        Wang Chuanfu, CEO BYD, resmi memperkenalkan chip bernama Xuanji A3 ini dalam sebuah acara di markas besar perusahaan, Shenzhen, pada hari Kamis.

        Ia mengklaim chip ini memiliki efisiensi energi terbaik di industrinya dan mampu menghemat daya hingga 20% dibandingkan dengan chip sejenis yang ada di pasaran saat ini.

        Sebagai gambaran di dunia teknologi, chip paling canggih saat ini adalah node 2nm N2 buatan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC). Aturannya sederhana: semakin kecil ukuran nanometer pada transistor chip, semakin banyak jumlah transistor yang bisa dimasukkan. Hasilnya, performa chip akan menjadi jauh lebih bertenaga sekaligus lebih hemat energi.

        Chip Xuanji A3 ini nantinya akan menjadi otak utama dari platform komputasi terpusat baru milik BYD yang ukurannya sekecil laptop.

        Pihak perusahaan menjelaskan bahwa platform perangkat lunak terintegrasi ini mampu mempercepat kinerja tiga sistem utama mobil listrik yang sebelumnya terpisah, yaitu smart cockpit (kontrol dasbor), fitur bantuan pengemudi tingkat lanjut, dan sistem penggerak listrik inti.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: