Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tetangga Indonesia Dapat Pujian Presiden Iran atas 'Sikap Kemanusiaan' di Perang Teheran-Amerika

        Tetangga Indonesia Dapat Pujian Presiden Iran atas 'Sikap Kemanusiaan' di Perang Teheran-Amerika Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Di tengah memanasnya konflik kawasan Timur Tengah, pemerintah Iran justru memberikan apresiasi terbuka kepada Malaysia dan Pakistan atas dukungan serta kerja sama yang diberikan kepada Teheran.

        Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan ucapan terima kasih usai melakukan komunikasi langsung dengan Perdana Menteri Malaysia dan Pakistan.

        Baca Juga: Amerika Serikat Kembali Berulah, Timnas Iran Terancam Tak Bisa Bertanding di Piala Dunia FIFA 2026

        “Saya berterima kasih kepada Malaysia atas sikap kemanusiaannya dan Pakistan atas inisiatif serta upaya efektifnya untuk mencapai kesepakatan,” tulis Pezeshkian melalui akun X miliknya, Jumat (29/5).

        Ia menegaskan bahwa Iran kini memprioritaskan penguatan hubungan dengan negara-negara Muslim dan tetangga kawasan di tengah tekanan geopolitik yang terus meningkat.

        “Kebijakan Iran adalah memperluas kerja sama dengan negara-negara Muslim dan negara tetangga di semua bidang,” lanjutnya.

        Apresiasi Iran kepada Malaysia menjadi sorotan karena muncul di saat hubungan Teheran dengan beberapa negara lain, termasuk Indonesia, disebut sedang mengalami penurunan.

        Sebelumnya, Pezeshkian juga secara khusus memuji sikap Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang dinilai tegas terhadap agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

        Dalam percakapan telepon pada Selasa (26/5/2026), kedua pemimpin membahas penguatan hubungan bilateral hingga pentingnya solidaritas dunia Islam.

        Pezeshkian bahkan mengundang Anwar Ibrahim untuk datang langsung ke Teheran guna memperluas kerja sama ekonomi dan politik antara kedua negara.

        Selain itu, Iran dan Malaysia juga sama-sama menyerukan persatuan negara-negara Muslim untuk menghadapi tekanan dari Israel dan Amerika Serikat.

        Di sisi lain, hubungan Indonesia dengan Iran justru disebut sedang tidak berada dalam kondisi ideal.

        Mantan Duta Besar Indonesia untuk Iran, Dian Wirengjurit bahkan menyebut hubungan kedua negara berada di titik paling rendah dalam beberapa waktu terakhir. Menurut Dian, salah satu pemicunya adalah langkah Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) bersama Amerika Serikat dan Israel.

        “Hubungan Indonesia sama Iran sedang berada di titik paling bawah,” kata Dian.

        Ia menilai keputusan Indonesia masuk ke dalam BoP bisa dipersepsikan Iran sebagai sikap menjauh dari kelompok negara berkembang dan negara-negara Islam yang selama ini dekat dengan Teheran.

        “Meninggalkan prinsip non-blok, meninggalkan OKI, meninggalkan D8,” ujarnya.

        Baca Juga: Iran Tak Butuh Waktu Lama untuk Balas 'Serangan Kejutan' dari Amerika, Pangkalan Udara Jadi Target

        Situasi tersebut membuat dukungan terbuka Malaysia kepada Iran menjadi semakin menonjol di tengah dinamika politik global yang sedang berubah cepat akibat konflik Timur Tengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: