Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rp3 Miliar vs Rp100 Miliar, Skala Kurban Prabowo Bikin Heboh

        Rp3 Miliar vs Rp100 Miliar, Skala Kurban Prabowo Bikin Heboh Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bantuan hewan kurban dari Presiden Prabowo Subianto menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) memicu kehobohan masyarakat.

        Seorang netizen dengan akun X @dimarsasongko98 menyoroti lonjakan anggaran tersebut. Ia membandingkan dengan era Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi), di mana bantuan sapi kurban presiden berkisar 38–68 ekor per tahun dengan anggaran Rp3–5 miliar.

        "Di era Jokowi, bantuan sapi kurban presiden sekitar 38-68 ekor per tahun, anggaran Rp3-5 miliar. Prabowo tahun ini: 1.098 ekor, Rp100 miliar dari APBN, naik 20x lipat," tulisnya, dikutip dari akun X pribadinya, Sabtu (30/50.

        Menurutnya, persoalan bukan pada tradisi pemberian sapi kurban, melainkan skala yang melonjak drastis di tengah kondisi ekonomi Indonesia yang sedang tertekan akibat pelemahan rupiah dan efisiensi anggaran daerah.

        "Bukan soal tradisinya ,tapi skalanya meledak di tahun yang sama ketika rupiah di level terlemah, Dana Transfer ke Daerah dipotong Rp650 triliun, dan rakyat diminta ikat pinggang. "Tradisi" bukan argumen kalau proporsinya berubah drastis," jelasnya.

        Sebagai informasi, pada era Jokowi bantuan sapi presiden berfokus pada pemberian satu ekor sapi premium berbobot jumbo (sekitar 1 ton) untuk setiap provinsi di Indonesia, ditambah beberapa masjid besar seperti Istiqlal. Totalnya berkisar 34–38 ekor per tahun dengan taksiran anggaran Rp3–5 miliar.

        Sementara pada era Prabowo cakupan distribusinya diperluas dengan rincian:

        - 598 ekor sapi disalurkan merata ke seluruh pemerintah daerah, mencakup 38 provinsi serta 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.

        Baca Juga: Dibongkar Pensiunan Jenderal, Ancaman ke Prabowo Agar Jadikan Gibran Cawapres

        - 500 ekor sapi sisanya dialokasikan untuk lembaga sosial, pondok pesantren, organisasi keagamaan, serta tokoh masyarakat.

        Sapi-sapi yang dipilih tetap berstandar premium, seperti ras Simmental, Limousin, dan Brahman, dengan bobot rata-rata 800 kilogram hingga 1,3 ton.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: