Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Jadi Wamenlu 3 Bulan, Dino Patti Djalal Ternyata dari Keluarga Berprivilege

        Jadi Wamenlu 3 Bulan, Dino Patti Djalal Ternyata dari Keluarga Berprivilege Kredit Foto: Lestari Ningsih
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Mantan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB), Ardianto Satriawan, mengaku penasaran dengan latar belakang Dino Patti Djalal yang memiliki segudang prestasi sejak muda.

        Ia menemukan bahwa Dino berasal dari keluarga prestisius. Ayahnya, Hasjim Djalal, merupakan salah satu diplomat Indonesia paling berpengaruh dalam bidang hukum laut internasional. Hasjim pernah menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Kanada, Jerman, dan PBB.

        Secara etnis, keluarga Dino berasal dari Ampek Angkek, Agam, Sumatera Barat. Dino sendiri lahir di Belgrade, Yugoslavia (sekarang Serbia) pada 1965, saat ayahnya bertugas sebagai diplomat. 

        Masa kecilnya diwarnai perpindahan ke berbagai negara, mulai dari Yugoslavia, Guinea, Singapura, Amerika Serikat, hingga Kanada.

        "Ya, memang Pak Dino termasuk dari kalangan keluarga berpriviledge. Tapi beliau berhasil memanfaatkannya sebaik-baiknya sehingga bisa menjadi orang berpendidikan dan meniti karir yang tidak "karbitan", kalau pakai istilah Pak Anies," tegasnya.

        Saat ini, Dino tengah menjadi perhatian publik karena perdebatan dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya terkait efisiensi dan transparansi anggaran kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

        Dalam video tanggapan resmi yang dirilis Sekretariat Kabinet, Teddy sempat menyebut Dino hanya menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri selama 3 bulan.

        Baca Juga: Polemik Anggaran LN Prabowo Memanas, Dino Patti Djalal dan Teddy Didorong Bertemu

        “Terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan,” ujar Teddy.

        Pernyataan tersebut menuai sorotan karena dianggap sebagai sindiran personal, mengingat rekam jejak Dino sebagai diplomat senior yang pernah lama menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Amerika Serikat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: