Polemik Anggaran LN Prabowo Memanas, Dino Patti Djalal dan Teddy Didorong Bertemu
Kredit Foto: Lestari Ningsih
Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Rio Rama Baskara menyarankan agar mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal dan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya melakukan pertemuan.
Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk meredakan perdebatan publik terkait efisiensi dan transparansi anggaran kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo Subianto
"Baiknya Pak Dino Patti Djalal bertemu dengan Seskab Teddy untuk menyelesaikan Polemik/Keriuhan ini, sembari Pak Dino membawa Buku Karya nya sebagai Cinderamata," tulisnya di akun X pribadinya, Selasa (2/6).
Salah satu buku yang disarankan Rio adalah "Nasionalisme Unggul Bukan Hanya Slogan" yang diluncurkan pada 9 November 2013 di Jakarta. Buku ini berisi 145 ide dan kutipan inspiratif yang bertujuan untuk mengajak bangsa Indonesia mengembangkan semangat nasionalisme baru.
Sebagai informasi, perdebatan antara Dino dan Teddy mencuat setelah Seskab merilis video tanggapan resmi melalui akun media sosial Sekretariat Kabinet untuk meluruskan kritik Dino yang menyoroti tingginya frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo.
Menanggapi kritik tersebut, Teddy menegaskan bahwa kelebihan biaya kunjungan luar negeri ditanggung pribadi oleh Presiden Prabowo.
"Masalah biaya di luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," ujar Teddy.
Baca Juga: Teddy Akui Prabowo Rogoh Kocek Sendiri di LN, Dana Operasional Presiden Habis?
Selain itu, Teddy juga menekankan bahwa jumlah rombongan Presiden kini jauh lebih sedikit dibanding periode sebelumnya.
"Kemudian yang kedua, jumlah rombongan. Ini sangat penting. Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran. Lebih dari separuh dari periode sebelumnya. Jadi kalau dulu, itu sekali luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal," ucapnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: