Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Pengamat kebijakan publik Muhammad Said Didu menyoroti langkah Presiden Prabowo Subianto yang mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.
Said Didu mengungkapkan bahwa sekitar satu bulan lalu dirinya sudah menerima informasi terkait dugaan penyimpangan yang dilakukan Dadan, sehingga tidak lagi layak menduduki jabatan tersebut.
“Sekitar sebulan lalu saya sudah dapat info bahwa tidak mungkin lagi bisa menyelamatkan Kepala BGN karena dugaan penyimpangan sangat jelas,” tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Rabu (3/6).
Ia mendukung keputusan Presiden Prabowo dan menekankan pentingnya proses hukum jika terbukti ada pelanggaran.
“Kita dukung langkah tegas Presiden @prabowo memecat Kepala BGN, dan jika ada penyimpangan maka proses hukum harus dilanjutkan untuk jadi pembelajaran,” imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo buka suara soal dugaan jual beli titik dapur SPPG atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG), sehingga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) dicopot.
Prasetyo mengungkapkan bahwa saat ini tengah dilakukan audit internal di BGN terkait dugaan jual beli titik dapur MBG.
Baca Juga: Apresiasi Prabowo, Said Didu Sorot Pencoptan Kepala BGN dan Ekspor Satu Pintu
“Semua sedang dalam proses audit internal. Itu adalah bagian dari, sekali lagi kami sampaikan, bagian dari monitoring dan evaluasi terus menerus yang kita lakukan,” ujar Prasetyo dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Selasa (2/6/2026) malam.
Ia menegaskan pergantian pimpinan BGN bertujuan untuk meningkatkan kinerja.
“Karena kita memang menghendaki Badan Gizi Nasional dapat menjalankan tugas dan fungsinya sebaik-baiknya,” imbuhnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: