Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ada Dugaan Jual Beli SPPG, Prabowo Murka MBG Tercoreng! Dudung Bongkar Alasan Dadan Dicopot

        Ada Dugaan Jual Beli SPPG, Prabowo Murka MBG Tercoreng! Dudung Bongkar Alasan Dadan Dicopot Kredit Foto: WE
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Komitmen Presiden Prabowo Subianto menjaga program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap bersih dari penyimpangan disebut menjadi salah satu alasan di balik perombakan besar di tubuh Badan Gizi Nasional. Evaluasi itu berujung pada pencopotan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN.

        Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman mengungkapkan bahwa dugaan praktik jual beli Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG menjadi salah satu faktor yang masuk dalam bahan evaluasi Presiden. Menurutnya, berbagai informasi yang diterima Presiden menjadi dasar untuk melakukan penilaian terhadap kinerja pimpinan BGN.

        "Ya, kemungkinan besar seperti itu, banyaklah informasi-informasi ke beliau (Presiden)," kata Dudung saat ditanya mengenai dugaan jual beli SPPG yang dikaitkan dengan pencopotan Dadan.

        Ketika kembali ditanya apakah dugaan jual beli dapur MBG menjadi salah satu alasan pergantian tersebut, Dudung tidak membantah. Ia menegaskan bahwa persoalan itu memang termasuk dalam faktor yang ikut dipertimbangkan.

        "Ya, salah satu faktornya itu," ujar Dudung.

        Menurut Dudung, Presiden Prabowo ingin memastikan program unggulannya berjalan sesuai tujuan awal tanpa adanya penyimpangan dalam bentuk apa pun. Apalagi program MBG menggunakan anggaran negara yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

        "Tapi presiden inginnya sempurna bahwa semua itu tidak ada terjadi sedikit pun ada yang menyimpang dari program beliau karena ini itu tadi saya katakan ini uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat," kata Dudung.

        Ia menegaskan bahwa program MBG lahir dari niat baik pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi sekaligus mendukung masa depan anak-anak Indonesia. Karena itu, tata kelola dan pengawasan program harus diperkuat agar tidak membuka celah penyimpangan.

        "Niat baik bapak presiden untuk mencerdaskan anak-anak melalui program MBG ini ya artinya tidak hanya sekedar makan saja tetapi manajemen ini memang harus kita atur sehingga tidak ada celah-celah penyimpangan-penyimpangan," tuturnya.

        Pernyataan Dudung sekaligus memperkuat sinyal bahwa pergantian pimpinan BGN bukan sekadar rotasi jabatan biasa. Langkah tersebut merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Prabowo.

        Sehari sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan keputusan Presiden untuk mengganti jajaran pimpinan BGN setelah dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut.

        Prasetyo menyampaikan bahwa Dadan Hindayana resmi diberhentikan dari posisi Kepala BGN bersama dua wakil kepala badan, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. Meski demikian, pemerintah tetap menyampaikan apresiasi atas kontribusi mereka dalam membangun fondasi awal lembaga tersebut.

        Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik S Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN untuk memimpin lembaga tersebut. Penunjukan itu diharapkan mampu memperkuat tata kelola sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program MBG di seluruh Indonesia.

        Pergantian pimpinan BGN ini menjadi salah satu langkah paling signifikan dalam perjalanan program MBG sejak diluncurkan. Pemerintah berharap evaluasi dan pembenahan yang dilakukan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: