Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ahmad Sahroni Pantau Penanganan Kasus Viral Keluarga Diintimidasi 15 Orang Usai Lapor Polisi, 'DM Saya Jika Diintimidasi'

        Ahmad Sahroni Pantau Penanganan Kasus Viral Keluarga Diintimidasi 15 Orang Usai Lapor Polisi, 'DM Saya Jika Diintimidasi' Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Dugaan pemerkosaan anak di Solok Selatan, Sumatra Barat, menjadi sorotan publik dan viral di medsos setelah keluarga korban diduga mengalami persekusi dan penyerangan oleh sekitar 15 orang usai melaporkan ke polisi.

        Ironisnya, terduga pelaku disebut belum ditangkap dan bahkan diduga ikut dalam aksi intimidasi terhadap korban.

        Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Kapolda Sumatera Barat memberikan atensi khusus terhadap kasus ini.

        Jika masih ada intimidasi lebih lanjut, Sahroni pun menyebut direct message (DM) nya di media sosial terbuka untuk menerima laporan korban.

        "Saya minta Pak Kapolda Sumbar memberi atensi terhadap kasus ini. Apalagi pelaku dan komplotannya diduga sampai mengintimidasi keluarga korban secara barbar seperti itu. Ya sudah, tangkap saja sekarang juga. Jadi unsur pidananya dua, intimidasi dan dugaan pemerkosaan. Jangan dikira bisa seenaknya memberi tekanan kepada pelapor. Jika memang masih ada intimidasi, DM saya terbuka. Laporkan saja dan akan saya atensi langsung," kata Sahroni.

        Sahroni juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap korban, termasuk menjaga kerahasiaan identitas dan mencegah segala bentuk intimidasi yang dapat memperparah penderitaan korban.

        "Pokoknya polisi harus lindungi korban dan jaga kerahasiaan identitas serta nama baiknya. Hukum harus berpihak kepada korban terlebih dahulu. Jangan sampai korban mengalami penderitaan dua kali; sudah diduga menjadi korban kekerasan seksual, lalu harus menghadapi intimidasi dan teror," tutup Sahroni.

        Sebelumnya, dalam narasi yang beredar satu keluarga di Solok Selatan, Sumbar (31/5/2026) diteror oleh gerombolan terduga pelaku.

        Ini terjadi lantaran keluarga melaporkan dugaan kasus pemerkosaan anaknya ke polres beberapa bulan lalu, rumah mereka malah dikepung 15 orang dan diserang secara brutal.

        "Di dalam rumah cuma ada ibu (ER), suami, dan bayinya yang masih berumur 2,5 tahun! Mirisnya, pelaku pemerkosaan yang harusnya mendekam di penjara tapi gak ditangkap-tangkap polisi, malah ikutan datang mengepung dan menyerang korban.

        Pelaku pemerkosaan bebas berkeliaran dan malahan balik mempersekusi korbannya tanpa takut hukum. Tolong pak Kapolri, atensi kasus di Solok Selatan ini!," tulis dalam narasi tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: