Masifnya Kunjungan ke Luar Negeri Ternyata Strategi Prabowo, Kritikan Dino Patti Djalal Terjawab
Kredit Foto: BPMI
Partai Gerindra menegaskan bahwa padatnya agenda kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto tidak seharusnya dipersoalkan hanya dari sisi frekuensi perjalanan. Hal ini menyusul kritik dari Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal soal masifnya kunjungan kerja Presiden ke luar negeri.
Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad menyatakan bahwa setiap perjalanan luar negeri yang dilakukan Prabowo merupakan bagian dari strategi diplomasi yang telah diperhitungkan sesuai kepentingan nasional.
Baca Juga: 'Lama Dipantau Prabowo', Dua Isu di Balik Pencopotan Kepala BGN usai Lempar Wacana MBG di Arab Saudi
Menurut Dasco, Presiden memiliki pertimbangan dan strategi tersendiri dalam menentukan kapan harus melakukan kunjungan ke luar negeri maupun kapan harus tetap berada di dalam negeri.
“Presiden mempunyai strategi-strategi yang tentunya tidak bisa dibatasi dengan jadwal harus sekian kali atau sekian kali karena itu dinamis,” kata Dasco, dikutip Kamis (4/6).
Ia menjelaskan bahwa kunjungan luar negeri Prabowo umumnya berlangsung dalam waktu singkat dan hanya dilakukan untuk agenda yang dianggap penting bagi kepentingan Indonesia.
Dasco juga menepis anggapan bahwa perjalanan luar negeri Presiden dilakukan secara berlebihan. Menurutnya, sebagian besar agenda dilakukan seperlunya dan Presiden segera kembali ke Tanah Air setelah urusan diplomatik selesai.
Bahkan, jika terdapat kunjungan mendadak, hal tersebut biasanya dipicu oleh perkembangan situasi yang membutuhkan kehadiran langsung kepala negara.
Pernyataan Dasco sekaligus merespons kritik diplomat senior Dino Patti Djalal yang menilai frekuensi perjalanan luar negeri Prabowo terlalu tinggi dan perlu dikurangi secara signifikan.
Sebelumnya, Dino menyatakan bahwa pandangannya sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus mewakili aspirasi sebagian kalangan hubungan internasional dan masyarakat yang mempertanyakan intensitas perjalanan luar negeri Presiden.
Menurut Dino, sejak menjabat sebagai presiden, Prabowo termasuk pemimpin dunia yang paling sering melakukan kunjungan ke luar negeri. Sekitar satu dari enam hari masa kepresidenan Prabowo dihabiskan di luar negeri sehingga memunculkan persepsi publik bahwa frekuensi tersebut tidak lazim dan berpotensi dianggap berlebihan.
"Saya mewakili komunitas hubungan internasional dan banyak rakyat Indonesia menghimbau Presiden Prabowo untuk secara signifikan mengurangi perjalanan keluar negeri dan tidak menganggap remeh jeritan publik mengenai hal ini," tutur Dino.
Baca Juga: Tiba-tiba Ditunjuk Prabowo, Kinerja Nanik S Deyang Sebelum Jabat Kepala BGN Jadi Sorotan DPR
Dasco merespons hal tiu dengan mengaku terbuka terhadap masukan substansial terkait geopolitik dan diplomasi. Namun ia menilai kritik yang hanya berfokus pada jumlah perjalanan tidak menyentuh persoalan utama yang sedang dihadapi Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar