Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Mahfud MD Lega Kepala BGN Diganti: Hanya Ngerti Ilmu Serangga, Tak Paham Birokrasi

        Mahfud MD Lega Kepala BGN Diganti: Hanya Ngerti Ilmu Serangga, Tak Paham Birokrasi Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pencopotan Dadan Hindayana dari kursi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto terus menuai beragam tanggapan. Salah satu yang paling tajam datang dari pakar hukum tata negara Mahfud MD yang secara terbuka menyambut baik keputusan tersebut.

        Seolah lega, Mahfud menyatakan bahwa pergantian pimpinan di tubuh BGN memang sudah seharusnya dilakukan. Ia bahkan menilai persoalan kepemimpinan Dadan telah menjadi perhatian publik sejak awal lembaga tersebut dibentuk.

        "Bagus. Orang memprotes pencopotan Dadan Hindayana saya kira sejak 2 bulan BGN dibentuk Dadan Hindayana sudah kelihatan hanya ngerti ilmunya, ilmu bidang serangga ya," kata Mahfud, dikutip dari YouTube Kompas, Kamis (4/6).

        Sebagaimana diketahui, Dadan selama ini dikenal di lingkungan akademik sebagai ahli serangga dan peneliti dari IPB University. Namun menurut Mahfud, kemampuan akademik tersebut tidak otomatis membuat seseorang memahami tata kelola pemerintahan.

        Ia menilai persoalan utama yang selama ini disorot publik adalah kurangnya pemahaman terhadap birokrasi negara dan pengelolaan anggaran.

        "Tetapi tidak ngerti birokrasi pemerintahan, tidak ngerti hukum anggaran dan sebagainya. Sehingga kita semua protes. Tidak paham teknokrasi dia," sambungnya.

        Baca Juga: Sindir Eks Kepala BGN, Prabowo: Tidak Kompeten, Saya Tidak Mau Uang Rakyat Dicuri

        Mahfud melihat keputusan Presiden Prabowo mengganti pimpinan BGN sebagai sinyal bahwa pemerintah mulai lebih responsif terhadap kritik dan aspirasi masyarakat. Menurutnya, perubahan itu terlihat dari sejumlah langkah yang diambil pemerintah belakangan ini.

        "Pak Prabowo sekarang mulai responsif terhadap tuntutan masyarakat," tuturnya.

        Tak hanya menyoroti pergantian pimpinan, Mahfud juga menyinggung isu dugaan korupsi yang kini tengah ditangani aparat penegak hukum terkait Badan Gizi Nasional. Ia mengaku telah mengingatkan persoalan tersebut sejak beberapa bulan lalu.

        Menurut Mahfud, sejak awal muncul pertanyaan publik mengenai pengelolaan anggaran yang nilainya besar namun dianggap belum memiliki penjelasan yang memadai kepada masyarakat.

        "Saya sudah 3 bulan lalu sudah mengatakan, itu harus diperiksa. Anggaran sekian dipermasalahkan oleh masyarakat, kok tidak ada laporan pertanggungjawabannya kepada masyarakat," ujarnya.

        Baca Juga: Motor Listrik Rp1 Triliun hingga 32 Ribu Sepatu, Ini Daftar Dugaan Markup Dadan Cs di BGN

        Mahfud pun berharap langkah penegakan hukum yang saat ini berjalan tidak berhenti sebatas pergantian pejabat semata. Ia meminta agar proses yang dilakukan benar-benar menyelesaikan persoalan yang ada.

        "Tapi mudah-mudahan bukan hanya manuver, lalu diganti di sini, ditempatkan di sana lagi, atau besok dipanggil lagi gitu. Padahal itu bermasalah," tambah Mahfud.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: