Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bos PT Timah Ungkap Umur Tambang Tinggal 15 Tahun Lagi

        Bos PT Timah Ungkap Umur Tambang Tinggal 15 Tahun Lagi Kredit Foto: Facebook/PT Timah Tbk
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Direktur Produksi dan Komersial PT Timah Tbk (TINS) Ilhamsyah Mahendra mengungkapkan bahwa perseroan tengah menggenjot kegiatan eksplorasi secara agresif. Langkah tersebut dilakukan untuk memperpanjang umur tambang (life of mine) perusahaan yang saat ini diperkirakan berkisar 10-15 tahun.

        Hal itu disampaikan Ilhamsyah dalam gelaran Indonesian Critical Mineral Conference di Hotel Pullman Jakarta, Selasa (4/6/2026).

        "Saat ini kami memiliki sekitar 800 ribu ton sumber daya dan sekitar 300 ribu ton cadangan. Namun, kami membutuhkan umur tambang yang lebih panjang. Dengan jumlah tersebut, umur tambang hanya sekitar 10–15 tahun," ungkap Ilham.

        Untuk meningkatkan temuan cadangan baru, PT Timah memanfaatkan berbagai teknologi dalam kegiatan eksplorasi, termasuk platform Geographic Information System (GIS) serta pemetaan menggunakan drone guna meningkatkan akurasi dan mempercepat proses eksplorasi.

        "Kami membutuhkan lebih banyak cadangan agar dapat beroperasi hingga ratusan tahun ke depan," tambahnya.

        Selain membidik potensi sumber daya di dalam negeri, perusahaan juga membuka peluang ekspansi ke luar negeri. Perseroan pun menyatakan terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama strategis di masa mendatang.

        "Dengan harga timah saat ini, kami melihat ini sebagai waktu yang tepat untuk melakukan investasi dan ekspansi. Karena itu, kami terus mencari peluang strategis guna memperkuat dominasi PT Timah dalam ekosistem industri timah global," tuturnya.

        Baca Juga: Update Kasus Korupsi PT Timah, 84 Tas Mewah dan 30 Perhiasan Sandra Dewi Habis Terjual Dilelang

        Baca Juga: Laba Moncer, Kontribusi Pajak dan PNBP PT TIMAH Tumbuh 106 Persen

        Di sisi operasional, upaya peningkatan produksi juga terus dilakukan melalui penyelarasan yang lebih terukur antara realisasi produksi dan target perencanaan, baik untuk armada tambang darat maupun lepas pantai.

        Sementara itu, pada proses pemurnian, PT Timah mengandalkan salah satu teknologi pengolahan timah yang dinilai paling maju di industri, yakni Top Submerged Lance (TSL) Ausmelt.

        "Teknologi ini mampu mengolah bijih timah berkadar rendah dengan konsumsi energi yang lebih rendah dan waktu proses yang lebih singkat, sehingga membantu menjaga daya saing kami di pasar," tutupnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: