Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saham BCA dan BNI Rontok, IHSG Kembali Jatuh Lebih dari 2%

        Saham BCA dan BNI Rontok, IHSG Kembali Jatuh Lebih dari 2% Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali memperpanjang pelemahan pada perdagangan sesi I Jumat (5/6/2026). Hingga paruh pertama perdagangan, IHSG terkoreksi 147,62 poin atau 2,53% ke level 5.692,16, menandai berlanjutnya tekanan jual di pasar saham domestik.

        Data perdagangan menunjukkan IHSG sempat bergerak di rentang 5.673,93 hingga 5.860,67. Sebanyak 624 saham melemah, 115 saham menguat, dan 220 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp21,07 triliun dengan volume perdagangan 23,37 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 1,29 juta kali.

        Pelemahan indeks terjadi di tengah tekanan yang masih membayangi saham-saham berkapitalisasi besar, khususnya sektor perbankan. Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 5,5%, sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 4,1%.

        Koreksi juga terjadi pada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), sehingga memperbesar tekanan terhadap indeks mengingat dominasi kapitalisasi pasar sektor perbankan di Bursa Efek Indonesia.

        Tim Riset Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pelemahan IHSG masih berlanjut meskipun terdapat sejumlah saham yang mencatat kenaikan signifikan.

        “Koreksi masih melanda pasar ekuitas Indonesia, dengan IHSG kembali terpuruk sedalam 2,53% pada paruh pertama perdagangan hari ini ke level 5.692,” tulis Mirae dalam risetnya, Jumat.

        Menurut Mirae, penguatan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar 13,5% dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar 5,6% belum mampu mengangkat pasar keluar dari tekanan.

        “Kenaikan cukup tinggi pada saham TPIA (+13,5%) dan MDKA (+5,6%) tak mampu membawa pasar keluar dari tekanan akibat pelemahan saham-saham perbankan besar, seperti BBCA (-5,5%) dan BBNI (-4,1%),” tulis Mirae.

        Dari sisi sektoral, hampir seluruh indeks sektor berada di zona merah. Hanya indeks bahan baku atau IDX Basic yang mampu bertahan di zona positif.

        Baca Juga: IHSG Makin Terpuruk, Saham Bank Babak Belur

        Baca Juga: IHSG Sudah Turun 32%, Purbaya Akui Tak Siapkan Intervensi Khusus: Yang Penting Adalah...

        Baca Juga: IHSG Merosot 3,48%, Saham Bank Jumbo Kompak Tersungkur

        Sebaliknya, tekanan terdalam terjadi pada sektor transportasi dan sektor keuangan. Mirae mencatat IDX Transportation dan IDX Finance menjadi dua indeks sektoral dengan pelemahan paling besar sepanjang sesi perdagangan.

        Sentimen negatif juga datang dari pasar global. Mayoritas bursa saham utama Asia bergerak melemah pada perdagangan hari ini.

        “Mayoritas bursa utama Asia melemah, dipimpin oleh Seoul dan Tokyo, menyusul terkoreksinya sektor teknologi yang juga melanda Wall Street semalam,” tulis Mirae.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: