Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        OJK Bongkar 75 Perusahaan Mau Cari Dana Segar Rp64,26 Triliun Lewat Pasar Modal

        OJK Bongkar 75 Perusahaan Mau Cari Dana Segar Rp64,26 Triliun Lewat Pasar Modal Kredit Foto: Uswah Hasanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan terdapat 75 perusahaan yang masuk antrean penawaran umum di pasar modal dengan nilai indikatif penghimpunan dana mencapai Rp64,26 triliun. 

        Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan pasar modal domestik masih menjalankan fungsi intermediasi sebagai sumber pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha.

        “Hingga Mei 2026, pada pipeline terdapat 75 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif Rp64,26 triliun,” ujar Hasan dalam paparan kinerja sektor jasa keuangan.

        Besarnya antrean aksi korporasi tersebut muncul setelah pasar modal berhasil menghimpun dana sebesar Rp68,18 triliun sepanjang Januari hingga Mei 2026.

        Dana tersebut berasal dari berbagai instrumen pasar modal yang terdiri atas satu Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO), satu Penawaran Umum Terbatas (PUT), enam Penawaran Umum Efek Bersifat Utang dan/atau Sukuk (EBUS), serta 51 Penawaran Umum Berkelanjutan EBUS.

        OJK menilai pasar modal tetap menjadi salah satu alternatif utama pendanaan korporasi di tengah kebutuhan ekspansi usaha dan penguatan struktur permodalan perusahaan.

        Baca Juga: Sepi IPO, BEI Sebut Ada 15 Perusahaan Siap Masuk Pasar

        Baca Juga: OJK Catat Penghimpunan Dana Korporasi di Pasar Modal Tembus Rp68,18 Triliun

        Di sisi investor, jumlah investor pasar modal domestik juga terus bertambah. Hingga Mei 2026, jumlah investor meningkat 1,26 juta orang dibandingkan bulan sebelumnya.

        Dengan penambahan tersebut, secara year to date jumlah investor pasar modal tumbuh 36,27% menjadi 27,75 juta investor.

        Pertumbuhan basis investor tersebut dinilai turut menopang pendalaman pasar keuangan domestik sekaligus memperluas sumber pendanaan bagi emiten yang melakukan aksi korporasi.

        Selain melalui pasar modal konvensional, penghimpunan dana oleh pelaku usaha juga berlangsung melalui Securities Crowdfunding (SCF).

        Per 29 Mei 2026, terdapat lima efek baru dan dua penerbit baru yang menghimpun dana sebesar Rp11,09 miliar melalui SCF. Dengan perkembangan tersebut, total dana yang berhasil dihimpun melalui SCF sejak diluncurkan telah mencapai Rp1,94 triliun.

        Sementara itu, pada pasar derivatif keuangan, OJK mencatat sebanyak 113 pihak telah memperoleh persetujuan prinsip sejak 10 Januari 2025 hingga 29 Mei 2026.

        Volume transaksi derivatif keuangan pada Mei 2026 mencapai 42.206 lot, sehingga secara agregat telah mencapai 185.423 lot.

        Baca Juga: OJK Dorong Pasar Modal dan Ekonomi Hijau Biayai Kebutuhan Dana Rp8.600 Triliun RI

        Baca Juga: 54 Persen Investor Pasar Modal Indonesia Adalah Gen Z

        Adapun pada Bursa Karbon, sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga 29 Mei 2026, jumlah pengguna jasa yang terdaftar mencapai 155 pihak.

        Secara kumulatif, volume transaksi karbon tercatat sebesar 1,98 juta ton setara karbon dioksida (tCO2e) dengan nilai transaksi mencapai Rp93,76 miliar.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: