Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

54 Persen Investor Pasar Modal Indonesia Adalah Gen Z

54 Persen Investor Pasar Modal Indonesia Adalah Gen Z Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Generasi Z (Gen Z) kini tak hanya menjadi kelompok usia yang akrab dengan teknologi digital, tetapi juga mulai memainkan peran besar dalam dunia investasi. Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa mayoritas investor pasar modal di Indonesia saat ini justru berasal dari kalangan anak muda.

Pernyataan itu disampaikan Friderica Widyasari Dewi atau yang akrab disapa Kiki dalam Jogja Financial Festival 2026 yang digelar di Jogja Expo Center, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (22/5/2026).

Kiki mengatakan, dari total 27 juta investor pasar modal di Indonesia, sebanyak 54 persen di antaranya merupakan Gen Z atau kelompok usia di bawah 30 tahun.

"Tahu nggak sekarang dari 27 juta investor di pasar modal, 54% adalah Gen Z. Ini juga luar biasa. Mereka yang justru berusia muda di bawah 30 tahun. Nah ini konstektual buat kalian semua," kata Kiki.

Data tersebut menunjukkan perubahan wajah investor pasar modal di Indonesia. Jika sebelumnya aktivitas investasi identik dengan kelompok usia yang lebih matang secara finansial, kini generasi muda justru menjadi penggerak utama.

Menurut Kiki, kuatnya dominasi Gen Z tidak lepas dari karakter generasi tersebut yang tumbuh dan berkembang di tengah era digital. Kondisi itu membuat mereka lebih cepat beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, termasuk layanan dan instrumen keuangan.

"Ini luar biasa," ujar Kiki.

Namun, di balik kemudahan akses informasi dan teknologi, Kiki juga mengingatkan adanya tantangan besar yang harus dihadapi generasi muda, yakni kemampuan menyaring informasi di ruang digital.

Baca Juga: VinFast Kasih Gratis Isi Daya hingga 2029 di Stasiun V-Green untuk Pembeli Awal VF MPV 7 Rakitan Subang

Ia menekankan bahwa tidak seluruh informasi yang beredar di media sosial dapat dijadikan acuan, sehingga literasi digital menjadi kemampuan penting yang perlu dimiliki generasi muda.

"Jadi kemampuan kalian memilah dan memilih informasi sangat menentukan untuk masa depanmu. Apalagi konten-konten nggak bagus, nggak sehat, nggak mendidik, tidak usah dilihat, tidak usah disimak," ujar Kiki.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat

Tag Terkait: