'Jangan Biarkan Praktik Ini,' BGN Dihadapkan Sejumlah Isu Krusial Terkait Dapur MBG
Kredit Foto: Istimewa
Badan Gizi Nasional (BGN) diminta memberikan jaminan kepada publik bahwa praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan kembali terjadi di masa mendatang.
Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji menyusul penyidikan yang dilakukan Kejaksaan Agung terhadap dugaan korupsi tata kelola Program MBG, termasuk dugaan transaksi dalam pemberian izin dan penunjukan mitra pengelola SPPG.
Baca Juga: 'Beres Ngobrol ke Hotel,' Terbongkar Detik-detik Sony Sanjaya Ditangkap Gegara Korupsi MBG
“BGN harus bisa menjamin kepada publik bahwa tidak ada jual beli titik SPPG. Jika praktik ini dibiarkan, yang dirugikan bukan hanya keuangan negara, tetapi juga anak-anak yang seharusnya mendapat manfaat langsung dari program ini,” kata Sarmuji, dikutip Sabtu (6/6).
Menurut Sarmuji, transparansi dan akuntabilitas dalam penunjukan mitra SPPG menjadi syarat mutlak agar program unggulan Presiden Prabowo Subianto tetap dipercaya masyarakat.
Pernyataan tersebut muncul setelah Kejaksaan Agung mengungkap adanya dugaan yayasan yang sebenarnya tidak memenuhi syarat, namun tetap memperoleh izin menjadi mitra BGN dalam pelaksanaan MBG.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung Syarief Sulaeman Nahdi mengatakan penyidik menemukan indikasi adanya campur tangan pihak tertentu dalam proses pemberian izin tersebut.
“Ada yayasan yang sebetulnya tidak layak menjadi mitra BGN. Tapi kenapa bisa menjadi mitra, berarti ada peran dari masing-masing tersangka,” ujar Syarief.
Kejaksaan juga masih mendalami dugaan praktik jual beli rekomendasi maupun pemberian izin yang disertai imbalan tertentu.
“Termasuk dugaan jual beli rekomendasi atau pemberian izin dengan menerima sesuatu. Itu menjadi salah satu objek utama yang kami dalami,” katanya.
Sarmuji menilai dugaan tersebut harus menjadi momentum bagi BGN untuk memperbaiki tata kelola program secara menyeluruh. Ia mengingatkan bahwa setiap penyimpangan dalam proses penunjukan dapur MBG berpotensi mengurangi kualitas layanan yang diterima para siswa.
Baca Juga: 'Dicopot Langsung Ditangkap,' Sony Sanjaya Syok Gegara Jatuh dalam Satu Malam Akibat Korupsi MBG
Karena itu, ia meminta kepemimpinan baru BGN memastikan seluruh proses seleksi mitra dilakukan secara terbuka, profesional, dan bebas dari kepentingan pribadi maupun kelompok tertentu.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar