Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tsunami Landa 7 Wilayah Indonesia, Dampak Gempa Dahsyat Magnitudo 7,7 di Filipina

        Tsunami Landa 7 Wilayah Indonesia, Dampak Gempa Dahsyat Magnitudo 7,7 di Filipina Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Gelombang tsunami dilaporkan resmi menerjang sejumlah kawasan pesisir pantai di wilayah Indonesia. Bencana alam ini terjadi usai guncangan gempa bumi tektonik dahsyat berkekuatan magnitudo M 7,7 melanda area selatan Mindanao, Filipina.

        Otoritas terkait mencatat adanya aktivitas kenaikan gelombang air laut di tujuh wilayah Indonesia hingga saat ini. Informasi mengenai persebaran wilayah terdampak tsunami tersebut diunggah secara berkala melalui akun media sosial X milik BMKG.

        Berdasarkan data awal pihak BMKG, gelombang tsunami pada tahap pertama terdeteksi di tiga wilayah berbeda. Lokasi awal terjangan ombak tersebut meliputi kawasan Kedi di Maluku Utara, Ulu Siau, serta Melonguane.

        Ketinggian air laut yang terukur di perairan Kedi dilaporkan mencapai angka 0,09 meter pada pukul 07.20 WIB. Sementara untuk wilayah Ulu Siau mencatatkan ketinggian gelombang sebesar 0,18 meter dan area Melonguane setinggi 0,19 meter pada pukul 07.27 WIB.

        Melalui laporan pemutakhiran data terbaru, pihak BMKG kembali mengonfirmasi adanya tambahan empat wilayah yang terhempas tsunami. Kawasan terdampak baru tersebut tersebar di area Tahuna, Paleleh di Sulawesi Tengah, Tanjung Sidupa, serta kawasan Talengan.

        Ketinggian hempasan air laut di area pantai Tahuna terukur setinggi 0,30 meter pada pukul 06.58 WIB. Untuk wilayah pesisir Paleleh tercatat setinggi 0,45 meter pada pukul 07.34 WIB dan Tanjung Sidupa setinggi 0,32 meter pada pukul 07.39 WIB.

        Baca Juga: 220 Bendungan Jadi Fokus, Prabowo Minta BMKG Antisipasi El Nino

        Dampak terjangan gelombang laut tertinggi sejauh ini terpantau berada di kawasan pantai Talengan. Ketinggian air laut di area tersebut dilaporkan menyentuh angka 0,75 meter pada pukul 08.20 WIB.

        Seluruh catatan kenaikan muka air laut ini murni dipicu oleh rambatan energi dari pusat gempa bumi di Filipina. Masyarakat di area pesisir diminta untuk tetap waspada dan mengikuti seluruh instruksi dari petugas evakuasi.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: