Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Program Liquidity Provider Digas, BEI Klaim Transaksi Harian Saham Naik

        Program Liquidity Provider Digas, BEI Klaim Transaksi Harian Saham Naik Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat peningkatan aktivitas perdagangan pada sejumlah saham yang masuk dalam skema Liquidity Provider (LP) Saham. Setelah program tersebut mulai berjalan sejak April 2026, nilai transaksi harian beberapa saham meningkat hingga 119,44%, seiring bertambahnya partisipasi anggota bursa yang menjalankan fungsi penyedia likuiditas.

        Pejabat Sementara (Pjs.) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan implementasi LP Saham mulai menunjukkan dampak terhadap peningkatan kualitas perdagangan dan likuiditas saham di pasar.

        Hingga awal Juni 2026, terdapat dua anggota bursa yang telah aktif menjalankan fungsi LP Saham, yakni PT Phintraco Sekuritas yang mulai melakukan kuotasi pada 20 April 2026 dan PT Mandiri Sekuritas yang bergabung pada 4 Mei 2026.

        “Penambahan partisipasi AB ini menunjukkan meningkatnya minat pelaku industri terhadap program LP Saham sekaligus menjadi komitmen bersama dalam mendukung peningkatan kualitas dan likuiditas perdagangan di Bursa,” ujar Jeffrey dalam keterangan tertulis, Senin (8/6/2026).

        BEI mencatat pelaksanaan kuotasi perdana oleh Phintraco Sekuritas mencakup lima saham, yaitu PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM), PT Trans Power Marine Tbk (TPMA), PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU), dan PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS).

        Berdasarkan evaluasi BEI, rata-rata nilai transaksi harian kelima saham tersebut meningkat setelah implementasi LP Saham. Kenaikannya bervariasi, mulai dari 25,98% hingga mencapai 119,44% dibandingkan periode satu minggu sebelum penerapan program.

        Data tersebut menjadi indikasi awal bahwa keberadaan penyedia likuiditas mampu meningkatkan aktivitas perdagangan saham, terutama pada saham-saham dengan likuiditas yang relatif lebih terbatas.

        Program LP Saham sendiri dirancang untuk memperkuat kualitas perdagangan melalui penyediaan kuotasi beli dan jual secara konsisten oleh anggota bursa. Mekanisme tersebut diharapkan dapat mempersempit selisih harga penawaran jual dan beli (bid-ask spread), meningkatkan efisiensi transaksi, serta membantu pembentukan harga saham yang lebih optimal.

        “Kami melihat bahwa kegiatan LP Saham memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas perdagangan dan likuiditas saham di pasar, yang secara tidak langsung memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia,” kata Jeffrey.

        BEI menilai peningkatan likuiditas menjadi salah satu faktor penting dalam memperdalam pasar modal domestik, terutama di tengah upaya menarik lebih banyak investor institusi maupun ritel.

        Dari sisi pelaku industri, Direktur Utama Phintraco Sekuritas Ferawati mengatakan partisipasi perusahaan dalam program LP Saham merupakan bagian dari upaya mendukung penguatan struktur perdagangan di Bursa.

        Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak hanya bergantung pada anggota bursa, tetapi juga memerlukan dukungan emiten, regulator, asosiasi, dan investor agar manfaat peningkatan likuiditas dapat dirasakan lebih luas.

        “Dalam implementasinya, kami melihat efektivitas LP Saham membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Bursa, Anggota Bursa, Perusahaan Tercatat, dan asosiasi terkait, khususnya dalam membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai fungsi strategis LP Saham dalam mendukung kualitas likuiditas perdagangan,” ujarnya.

        Ferawati menjelaskan perusahaan telah menyiapkan infrastruktur sistem, tim perdagangan, dan kerangka manajemen risiko untuk mendukung aktivitas kuotasi secara berkelanjutan.

        Menurutnya, tantangan utama dalam menjalankan fungsi LP adalah menjaga konsistensi kuotasi di tengah volatilitas pasar yang terus berubah. Karena itu, aktivitas tersebut membutuhkan dukungan teknologi, disiplin perdagangan, serta pengelolaan risiko yang memadai.

        BEI berharap jumlah anggota bursa yang bergabung sebagai LP Saham terus bertambah dalam beberapa waktu ke depan. Dengan meningkatnya jumlah penyedia likuiditas, Bursa menargetkan kualitas perdagangan dan kedalaman pasar modal Indonesia dapat terus meningkat serta mendukung efisiensi transaksi bagi investor.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: