- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Pramono: Enggak Mungkinlah, dari Blok M-Bandara Rp3.500, yang Lain Aja Rp100 Ribu
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memastikan akan melakukan penyesuaian tarif untuk rute bus Transjakarta Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta). Kebijakan ini diambil menyusul tingginya biaya operasional dan membengkaknya beban subsidi APBD.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menilai tarif yang berlaku saat ini sebesar Rp3.500 sudah tidak lagi rasional jika dibandingkan dengan moda transportasi lain ke bandara.
"Waktu itu saya juga menyampaikan enggak mungkin Blok M-Soekarno-Hatta itu Rp3.500, karena naik Damri, naik yang lain itu sudah rata-rata di atas Rp100.000," ujar Pramono di Jakarta.
Terkait besaran angka kenaikan, Pramono menegaskan pihak Pemprov masih menghitung formulasi yang tepat dalam waktu dekat.
Ia juga enggan berspekulasi mengenai pernyataan Wakil Gubernur Rano Karno yang sempat menyebut perkiraan tarif baru akan berkisar di angka Rp10.000 hingga Rp15.000.
“Mengenai tarif dalam waktu dekat, nanti saya yang putuskan,” tambah Pramono.
Sebagai informasi, rute Transjakarta Blok M-Bandara Soetta sendiri baru diresmikan sekitar tiga bulan lalu dengan tarif normal Rp3.500.
Tidak hanya rute bandara, Pemprov DKI juga berencana menyesuaikan tarif untuk beberapa rute Transjabodetabek lainnya pada bulan ini.
Pemprov DKI Jakarta membeberkan dua faktor krusial yang mendasari penyesuaian tarif ini, pertama karena beban subsidi APBD yang membengkak.
Kedua, biaya operasional yang tinggi, armada bus menuju bandara menggunakan unit baru berspesifikasi khusus. Selain itu, operasional rute ini memakan biaya tambahan yang tidak murah, termasuk tarif parkir bus di Terminal 1, 2, dan 3 Bandara Soetta.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: