Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        FIFA Dikangkangi Amerika, Supporter Iran Dibuat Tak Bisa Beli Tiket Piala Dunia 2026

        FIFA Dikangkangi Amerika, Supporter Iran Dibuat Tak Bisa Beli Tiket Piala Dunia 2026 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Iran kembali menghadapi hambatan menjelang Piala Dunia 2026. Kali ini bukan soal visa pemain atau pejabat federasi, melainkan hak ribuan suporter untuk mendukung langsung tim nasional mereka di stadion Amerika Serikat (AS).

        Federasi Sepak Bola Iran mengungkapkan bahwa FIFA mencabut alokasi tiket resmi yang sebelumnya diberikan kepada mereka untuk tiga laga fase grup Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

        Baca Juga: Amerika Tiba-tiba Hentikan Serangan ke Iran, Klaim 'Sudah Puas' Hancurkan Fasilitas dari Teheran

        Keputusan itu memicu kemarahan Teheran karena membuat federasi tidak lagi dapat menyediakan satu pun tiket resmi bagi pendukung Tim Melli yang ingin menyaksikan pertandingan secara langsung.

        Padahal, sesuai aturan FIFA, setiap federasi peserta berhak menerima sekitar 8 persen kapasitas stadion untuk didistribusikan kepada suporter mereka. Dalam kasus Iran, jumlah tersebut mencapai ribuan tiket untuk setiap pertandingan.

        Federasi Iran menilai langkah tersebut semakin memperpanjang rangkaian perlakuan yang dianggap tidak adil dari Amerika Serikat terhadap kontingen mereka.

        "Amerika Serikat kini mengambil langkah untuk menghalangi kehadiran pendukung Iran di stadion," ungkap federasi Iran dalam pernyataan resminya, dikutip dariĀ Seattle Times, Rabu (10/6).

        Mereka bahkan mempertanyakan apakah pertimbangan politik mulai memengaruhi penyelenggaraan ajang sepak bola terbesar di dunia itu.

        Ketegangan memang sudah muncul sejak beberapa bulan terakhir. Selain menghadapi pembatasan visa akibat kebijakan imigrasi AS, sejumlah pejabat federasi Iran juga dilaporkan ditolak masuk ke Amerika Serikat.

        Timnas Iran sendiri akhirnya memilih bermarkas di Kota Tijuana, Meksiko, setelah rencana awal berlatih di Arizona dibatalkan.

        Pemerintah Amerika Serikat beralasan kebijakan tersebut berkaitan dengan aspek keamanan nasional. Direktur Gugus Tugas FIFA Gedung Putih, Andrew Giuliani, mengatakan pemerintah ingin memastikan pihak yang memiliki hubungan dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) tidak dapat memasuki wilayah AS.

        Di sisi lain, FIFA membantah menutup akses bagi pendukung Iran dan mengaku masih mencari solusi bersama Federasi Sepak Bola Iran.

        Namun, waktu yang tersisa semakin sempit. Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru pada 15 Juni di Los Angeles sebelum melawan Belgia dan Mesir dalam laga berikutnya.

        Baca Juga: 'Mereka Takut Diganti,' Prabowo Disebut Kunci Terungkapnya Korupsi Dadan Hindayana di MBG

        Bagi Iran, polemik tiket ini menjadi babak terbaru dari serangkaian kesulitan yang mereka hadapi menjelang turnamen. Setelah terdampak perang, dibatasi visa, dan kehilangan lokasi pemusatan latihan di Amerika Serikat, kini giliran para suporter yang terancam tidak bisa memberikan dukungan langsung dari tribun stadion.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: