- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
IPO SpaceX Berpotensi Kalahkan Aramco dan Alibaba, Permintaan Tembus US$250 Miliar
Kredit Foto: Unsplash/SpaceX
SpaceX milik Elon Musk berpotensi mencetak penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) terbesar sepanjang sejarah pasar modal global setelah permintaan investor menembus lebih dari US$250 miliar menjelang pencatatan saham di Nasdaq pada 12 Juni 2026. Nilai tersebut jauh melampaui target penghimpunan dana sebesar US$75 miliar dan menempatkan IPO SpaceX di atas rekor-rekor sebelumnya yang pernah dicatat perusahaan global seperti Saudi Aramco maupun Alibaba.
SpaceX menetapkan harga IPO sebesar US$135 per saham dengan menawarkan sekitar 555,6 juta saham kepada publik. Dengan struktur penawaran tersebut, perusahaan diperkirakan meraih valuasi sekitar US$1,77 triliun hingga US$1,8 triliun saat resmi melantai di bursa.
Menurut Ajaib, tingginya minat investor tercermin dari total pesanan yang mencapai lebih dari tiga kali target penghimpunan dana. Permintaan yang masuk bahkan mendekati empat kali nilai penawaran atau oversubscription hampir empat kali.
Sebagian besar pesanan berasal dari investor institusional dengan orientasi investasi jangka panjang. Sementara itu, Bloomberg melaporkan sejumlah investor institusi mengajukan pesanan saham senilai US$10 miliar atau lebih untuk memperoleh alokasi dalam IPO tersebut.
"Besarnya minat investor membuat bank-bank penjamin emisi diperkirakan akan memprioritaskan distribusi saham kepada manajer investasi besar dan investor institusi jangka panjang. Kondisi tersebut berpotensi membuat alokasi saham lebih terkonsentrasi pada kelompok investor utama," tulis Financial Expert Ajaib Sekuritas Miftahul Khaer, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Antusiasme pasar terhadap SpaceX tidak terlepas dari ekspansi model bisnis perusahaan yang dinilai melampaui sektor peluncuran roket. Investor menaruh perhatian pada pertumbuhan layanan internet satelit Starlink yang terus berkembang secara global, integrasi dengan perusahaan kecerdasan buatan xAI milik Elon Musk, serta pengembangan infrastruktur AI berbasis satelit.
Selain itu, program Starship yang menjadi fondasi ambisi jangka panjang SpaceX dalam eksplorasi luar angkasa dan transportasi antariksa turut menjadi faktor pendorong optimisme investor terhadap prospek pertumbuhan perusahaan.
Ia menilai pasar kini melihat SpaceX sebagai perusahaan dengan eksposur pada berbagai sektor pertumbuhan masa depan, mulai dari antariksa, telekomunikasi satelit, hingga infrastruktur kecerdasan buatan.
Baca Juga: Jelang IPO, SpaceX Kantongi Kontrak AI Rp16 Triliun per Bulan dari Google
Baca Juga: China dan Hongkong Tak Bisa Akses Situs IPO SpaceX Milik Elon Musk
Baca Juga: Valuasi SpaceX Sentuh USD 1,77 Triliun, Elon Musk Berpeluang Jadi Manusia Triliuner Pertama
Secara fundamental, SpaceX membukukan pendapatan sekitar US$18,7 miliar sepanjang 2025. Namun perusahaan masih mencatat kerugian sekitar US$4,9 miliar pada periode yang sama.
"Kondisi tersebut mencerminkan keyakinan pasar terhadap kemampuan perusahaan memperluas sumber pendapatan di masa depan," ucapnya.
IPO ini juga berpotensi memperkuat posisi Elon Musk sebagai orang terkaya di dunia. Musk diketahui menguasai sekitar 42% saham biasa SpaceX sehingga valuasi perusahaan yang mendekati US$1,8 triliun dapat mendorong nilai kepemilikannya ke level tertinggi dalam sejarah.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: