Kredit Foto: Tsingshan Holding Group
Tsingshan Holding Group bersama United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) memperkuat kolaborasi untuk mendorong pengembangan industri dan rantai pasok nikel yang berkelanjutan di Indonesia melalui program Industrial Park Pilots for Sustainable Development of Mineral-Based Industries in Indonesia (IP4SD).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Tsingshan dan UNIDO pada 4 Juni 2026 dalam rangkaian Indonesia Critical Minerals Conference and Expo (ICM) 2026 di Jakarta.
Melalui program tersebut, Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) ditetapkan sebagai proyek percontohan penerapan konsep Eco-Industrial Park (EIP) yang bertujuan meningkatkan efisiensi sumber daya serta kinerja lingkungan kawasan industri berbasis mineral.
Vice President Tsingshan Holding Group, Scott Ye, mengatakan pengembangan rantai pasok mineral yang berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mendukung transformasi industri global menuju ekonomi rendah karbon.
"Melalui kolaborasi dengan Pemerintah Republik Indonesia, UNIDO, pelaku industri, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, Tsingshan berkomitmen mendukung transformasi Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menuju sistem industri yang lebih hijau, efisien, dan bertanggung jawab, sekaligus mendorong kolaborasi di seluruh rantai pasok mineral agar manfaat ekonomi, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan secara seimbang," ujar Scott Ye dalam keterangan resmi, Rabu (10/6/2026).
Program IP4SD menjadi salah satu agenda yang dibahas dalam High-Level Forum on Mineral Sustainable Development and Eco-Industrial Parks yang diselenggarakan Tsingshan bersama UNIDO di sela-sela ICM 2026. Forum tersebut membahas penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), pengembangan kawasan industri berkelanjutan, serta transformasi industri mineral yang lebih hijau dan efisien.
Deputy to the Director General and Managing Director of Technical Cooperation and Sustainable Industrial Development UNIDO, Ciyong Zou, menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam rantai nilai mineral global seiring meningkatnya permintaan dunia terhadap mineral kritis.
Menurutnya, pengembangan sektor mineral perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi, pengurangan emisi, serta penciptaan manfaat sosial yang lebih luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda mengatakan keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari besarnya investasi dan peningkatan produksi, tetapi juga dari manfaat yang diterima masyarakat dan kualitas lingkungan yang tetap terjaga.
"Sebagai salah satu pusat pengembangan industri di Maluku Utara, Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) telah berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus mendukung perbaikan kondisi lingkungan dan sosial secara berkelanjutan," kata Sherly.
Baca Juga: Harga Nikel Nyaris Sentuh US$20 Ribu, DEN Klaim Kebijakan RKAB Mulai Berbuah Hasil
Baca Juga: Shanghai Market Sebut RI Tak Bisa Atur Harga Nikel Dunia
Program IP4SD juga sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait pengembangan kawasan industri berwawasan lingkungan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2024 tentang Perwilayahan Industri yang mendorong penerapan prinsip efisiensi energi, ekonomi sirkular, dan produksi bersih.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan organisasi internasional, inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat industri mineral yang kompetitif sekaligus berkelanjutan di tingkat global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra