Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Cuma Basa-Basi? Raffi Ahmad Spill Kronologi Ditawari iPhone hingga Terseret Kasus Bea Cukai

        Cuma Basa-Basi? Raffi Ahmad Spill Kronologi Ditawari iPhone hingga Terseret Kasus Bea Cukai Kredit Foto: Antara/Nalendra/IES
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nama Raffi Ahmad belakangan ikut terseret dalam pusaran perkara dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang melibatkan PT Blueray Cargo.

        Merasa namanya terus dikaitkan dengan berbagai spekulasi, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni itu akhirnya angkat bicara dan menjelaskan kronologi yang sebenarnya.

        Dalam konferensi pers, Kamis (11/6/2026), Raffi menegaskan dirinya sama sekali tidak memiliki hubungan bisnis maupun transaksi dengan PT Blueray Cargo. Ia bahkan mengaku heran mengapa namanya bisa muncul dalam perkara yang kini menjadi perhatian publik tersebut.

        "Dulu, saya sering dikaitkan dengan pencucian uang dan lain-lain, tapi saya santai karena tidak pernah terjadi. Sekarang, karena saya mendapat amanah sebagai Utusan Khusus Presiden, saya merasa perlu meluruskan hal yang tidak benar ini," kata Raffi.

        Raffi kemudian menceritakan awal mula pertemuannya dengan pihak Blueray yang terjadi saat dirinya berada di New York, Amerika Serikat, pada Oktober 2025.

        Kala itu, ia bersama sejumlah rekan artis seperti Desta, Ariel, hingga Gading Marten. Mereka sempat mengunjungi beberapa tempat usaha milik warga Indonesia, termasuk Awang Kitchen dan Indo Java.

        Di sekitar lokasi tersebut terdapat kantor PT Blueray Cargo yang kemudian menjadi awal mula pertemuan singkat itu. Menurut Raffi, pihak Blueray saat itu hanya meminta foto bersama seperti banyak warga Indonesia lainnya yang ditemuinya selama berada di luar negeri.

        Baca Juga: Saksi Cabut Pengakuan soal Raffi Ahmad dalam Kasus Bea Cukai, Ini Kata KPK

        "Banyak teman-teman Indonesia yang ajak foto, saya keluar dari Awang Kitchen, satu, dua, tiga toko di sebelahnya ada yang namanya Blueray. Mereka panggil saya, 'Mas Raffi, Mas Ariel, Mas Gading, foto dong saya'. Ya sudah kami foto di depan tokonya," ujarnya. 

        Setelah berfoto, pihak Blueray memperkenalkan diri kepada Raffi. Namun, suami Nagita Slavina itu menegaskan dirinya sama sekali tidak mengenal mereka sebelumnya.

        Dalam pertemuan singkat tersebut, pihak Blueray disebut menawarkan jasa pengiriman berbagai barang elektronik mulai dari ponsel hingga laptop.

        "Beliau memperkenalkan diri, tapi saya nggak kenal. Saya enggak kenal, lalu mereka bilang, 'Mas Raffi, perusahaan kami, Blueray ini kami bisa kirimin, apapun itu, mau ponsel, laptop, iPad, ini, itu, oh iya kan ada ponsel yang terbaru, nanti kalau dikirim bisa'. Ya enggak mungkin dong saya bilang, 'oh enggak usah ah, saya nggak mau kirim lewat kamu'," urainya.

        Raffi mengaku hanya merespons tawaran tersebut secara santai dan sekadar basa-basi karena situasi saat itu berlangsung singkat dan dirinya harus melanjutkan perjalanan ke tempat lain.

        Bahkan, ketika ditawari kemungkinan mengirim iPhone terbaru, Raffi hanya mengiyakan tanpa ada tindak lanjut apa pun.

        "Saya bilang, 'Oh iya, iya, iya, oke nanti kalau ada ponsel yang baru itu ya sudah nanti saya kirim ya'. Hanya sebatas itu. Intinya saya basa-basi. Basa-basi. Setelah itu sudah saya pergi melanjutkan ke tempat lain. Hanya sebatas itu," kata Raffi.

        Raffi menegaskan tidak pernah memesan barang, tidak pernah melakukan transaksi, dan tidak pernah menerima kiriman apa pun dari perusahaan tersebut.

        Ia juga mengaku tidak memiliki nomor telepon pihak Blueray maupun komunikasi lanjutan setelah pertemuan singkat di New York itu.

        "Saya nggak tahu kenapa, saya tidak ada nomor telepon mereka, tidak pernah terima kiriman apapun. Namanya pun nggak ingat, memesan pun secara transaksional pun nggak, hanya basa-basi. Saya nggak ada komunikasi sama mereka. Cuma saya bingung kok saya dibilang ada komunikasi sama mereka," ungkap Raffi.

        Sebelumnya, Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, menjelaskan bahwa informasi mengenai Raffi berasal dari keterangan saksi yang sebelumnya sudah tercantum dalam BAP penyidikan.

        Baca Juga: Aksi Besar Raffi Ahmad dan Nagita di Pasar Modal, Gelontorkan Rp190 Miliar untuk Beli Emiten VISI

        "Betul karena memang itu sudah fakta persidangan, artinya itu juga dari hasil pemeriksaan saksi-saksi ketika di proses penyidikan," kata Taufik kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Senin (8/6/2026).

        Meski nama Raffi muncul dalam persidangan, KPK sejak awal menegaskan bahwa fakta tersebut tidak otomatis menunjukkan adanya tindak pidana. Penyidik saat menangani perkara itu juga belum menemukan indikasi yang mengarah pada praktik penyelundupan.

        "Bahwa betul itu ada fakta Saudara RA itu menitip, tapi kita waktu itu belum sampai kepada mengarah bahwa itu penyelundupan," ujarnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: