Kredit Foto: Pertamina
Pemerintah tengah menyiapkan stimulus ekonomi menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamax (RON 92) menjadi Rp16.250 per liter mulai 10 Juni 2026.
"Lagi disiapin (stimulus)," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, kepada wartawan, dikutip Kamis (11/6/2026).
Namun, Airlangga belum mengungkapkan secara rinci bentuk stimulus yang akan dikucurkan. Ia menyampaikan, kebijakan tersebut masih menunggu keputusan final dan harus terlebih dahulu dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
“Ya, kalau udah diputus (kebijakan stimulus ekonomi) baru dikasih tahu. Laporin Presiden dulu,” tuturnya.
Lebih lanjut, Airlangga menyebut pemerintah masih memantau dampak kenaikan harga pertamax terhadap inflasi.
Airlangga menilai pengaruh kenaikan BBM terhadap tingkat inflasi akan terlihat melalui perkembangan tarif transportasi dan pergerakan harga barang.
“Dampak inflasi kan kita lihat dari transportasi dan harga. Nah, kita monitor aja dulu,” tambahnya
Baca Juga: Pemerintah Siapkan Stimulus Redam Dampak Pertamax Naik, Daya Beli dan Inflasi Jadi Sorotan
Baca Juga: Airlangga Rayu Investasi Teknologi Finlandia, Bidik AI dan Industri Masa Depan
Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) melalui Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mulai 10 Juni 2026.
Kenaikan paling signifikan terjadi pada Pertamax (RON 92) yang melonjak 32,1 persen dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 juga naik 31,78 persen dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.
Di sisi lain, harga sejumlah produk BBM nonsubsidi lainnya tidak mengalami perubahan. Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex tetap.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: