Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Insiden Alat Pelacak, China Ketahuan Mata-matai Langsung Jantung Kekuasaan Inggris

        Insiden Alat Pelacak, China Ketahuan Mata-matai Langsung Jantung Kekuasaan Inggris Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Tuduhan spionase China di Inggris memasuki babak baru yang lebih sensitif. Sebuah perangkat pelacak yang disebut mampu mengirimkan data ke China dilaporkan ditemukan di mobil dinas yang digunakan oleh Perdana Menteri Inggris, memicu kekhawatiran bahwa pusat kekuasaan Inggris telah menjadi sasaran pengawasan asing.

        Peneliti senior Council on Geostrategy Charles Parton baru-baru ini mengejutkan sidang Komite Bisnis dan Perdagangan Parlemen Inggris. Temuan itu disebutnya terjadi pada 2022 saat dilakukan pemeriksaan keamanan terhadap kendaraan resmi pemerintah.

        Baca Juga: Amerika Berikan Ultimatum ke Iran: Terima Kesepakatan atau Bersiap Diserang Lagi

        Mantan diplomat Inggris yang memiliki pengalaman panjang bertugas di China, Hong Kong, dan Taiwan tersebut mengaku memperoleh informasi dari seorang pejabat senior pemerintah yang mengetahui langsung persoalan tersebut.

        Menurut dia, kendaraan yang digunakan perdana menteri Inggris saat itu diketahui mengirimkan data ke China melalui sebuah modul seluler yang terpasang di dalam kendaraan.

        "Mobil perdana menteri pada tahun 2022 mengirimkan data ke China melalui modul seluler," kata Parton, dikutip Jumat (11/6).

        Modul seluler merupakan komponen elektronik yang memungkinkan kendaraan atau perangkat lain terhubung ke jaringan telekomunikasi dan mengirimkan data secara jarak jauh.

        Hingga kini belum diketahui secara pasti kendaraan milik perdana menteri yang dimaksud. Pada periode tersebut, Inggris dipimpin secara bergantian oleh Boris Johnson, Liz Truss, dan Rishi Sunak.

        Menurut laporan media setempat, perangkat tersebut diduga tersembunyi dalam komponen kendaraan yang diimpor dari China dan dipasang oleh produsen kendaraan.

        Petugas keamanan disebut menemukan perangkat itu saat melakukan inspeksi terhadap armada pemerintah yang digunakan menteri dan diplomat.

        Parton menilai kasus tersebut menunjukkan semakin besarnya ketergantungan dunia terhadap teknologi komunikasi yang diproduksi China.

        Ia memperingatkan bahwa modul serupa kini digunakan secara luas dalam berbagai perangkat modern, mulai dari kendaraan, pesawat terbang, hingga perangkat rumah pintar.

        Meski demikian, pemerintah Inggris memilih tidak memberikan komentar mengenai tuduhan tersebut. Downing Street menegaskan bahwa otoritas Inggris memiliki kebijakan untuk tidak membahas isu yang berkaitan dengan keamanan nasional.

        Sikap serupa juga ditunjukkan Kepolisian Metropolitan London yang bertanggung jawab terhadap pengamanan perdana menteri dan kendaraan resmi pemerintah.

        Baca Juga: Diakui Wakil Trump, Amerika Serikat Tak Bisa Lihat Jelas Ujung Perang Iran

        Di sisi lain, pemerintah China membantah seluruh tuduhan tersebut. Beijing menyebut tudingan spionase melalui perangkat teknologi buatan China sebagai klaim yang tidak berdasar dan sarat kepentingan politik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: