Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Semua Akan Listrik Pada Waktunya, Bos Toyota Akio Toyoda: 'Saya Merasa Kesepian'

        Semua Akan Listrik Pada Waktunya, Bos Toyota Akio Toyoda: 'Saya Merasa Kesepian' Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Dewan (Chairman) Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda, blak-blakan mengaku bahwa ketakutan terbesarnya saat ini adalah masa depan industri otomotif yang beralih sepenuhnya ke kendaraan listrik berbasis baterai (Battery Electric Vehicle/BEV).

        Toyoda merasa terisolasi karena menjadi salah satu dari sedikit pimpinan pabrikan global yang konsisten mempertahankan eksistensi mesin pembakaran internal (Internal Combustion Engine/ICE).

        "Semua orang beralih ke BEV, dan itulah ketakutan terbesar saya," ujar Toyoda dalam wawancara terbaru bersama CarWow.

        Toyoda mengungkapkan perasaannya yang merasa berjuang sendirian di tengah tren global di mana mayoritas produsen otomotif berlomba-lomba menghentikan produksi mobil konvensional.

        "Tiga atau empat tahun lalu, saya adalah satu-satunya orang yang berani menyatakan kepada media bahwa saya mencintai aroma bensin, suara knalpot, dan performa mesin pembakaran. Saya juga memikirkan nasib lapangan kerja para pemasok komponen mesin. Namun, tampaknya hanya saya yang berpikir demikian. Saya merasa sangat kesepian," katanya.

        Meskipun saat ini banyak produsen mobil global mulai menunda atau membatalkan beberapa proyek mobil listrik akibat dinamika pasar, bahkan hingga menelan kerugian miliaran dolar, arah industri secara umum dinilai tetap menuju elektrifikasi total. Namun, di bawah arahan Toyoda, Toyota memilih strategi yang berbeda dari para pesaingnya.

        Raksasa otomotif asal Jepang ini tetap berkomitmen menggarap spektrum ruang bakar yang luas (multi-pathway). Selain mobil listrik, Toyota terus mengembangkan kendaraan berbasis hidrogen murni (Fuel Cell Electric Vehicle/FCEV) serta memodifikasi mesin konvensional agar dapat mengonsumsi gas hidrogen.

        Toyoda juga mengisyaratkan adanya dinamika internal di dalam tubuh Toyota terkait kecepatan adopsi teknologi listrik.

        Menurutnya, kelompok pencinta mobil di dalam perusahaan terus mendorong manajemen agar tetap menyediakan alternatif di luar ekosistem serba BEV. Bagi Toyoda, esensi dari sebuah mobil bukan sekadar alat transportasi ramah lingkungan atau mesin pencetak profit perusahaan.

        "Bagi saya, mobil adalah mainan. Saya ingin menciptakan mobil yang benar-benar ingin saya simpan di garasi rumah sendiri. Jika industri memaksa hanya memproduksi mobil netral karbon listrik, itu sudah tidak menarik lagi," tambahnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: