Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Soal Pembenahan MBG, Muhaimin: Ada Dua Aspek…

        Soal Pembenahan MBG, Muhaimin: Ada Dua Aspek… Kredit Foto: Istihanah
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pembenahan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi fokus pemerintah untuk memastikan program tersebut tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

        Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menegaskan perbaikan manajemen MBG yang dikelola Badan Gizi Nasional (BGN) harus mengacu pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui data tersebut, pemerintah dapat memastikan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan menjadi prioritas penerima manfaat program.

        Menurut Muhaimin, daerah tertinggal, masyarakat miskin, dan kelompok miskin ekstrem harus menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan MBG. Langkah tersebut juga dinilai sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan dan Pengentasan Kemiskinan Ekstrem.

        Ia menjelaskan terdapat dua aspek penting yang harus menjadi perhatian dalam implementasi MBG. Pertama, penerima manfaat program harus diprioritaskan bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem. Kedua, MBG harus menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan ekonomi yang melibatkan masyarakat berpenghasilan rendah sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan sebagai bantuan konsumsi, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan.

        Muhaimin menyatakan optimistis berbagai perbaikan tata kelola yang dilakukan pemerintah akan semakin memperkuat keberhasilan salah satu program prioritas Presiden tersebut. Menurutnya, keberhasilan MBG sangat ditentukan oleh kombinasi niat baik, tata kelola yang tepat, dan kepemimpinan yang kuat.

        Baca Juga: DPR Curigai Pemborosan Rp1 Triliun, Ribuan SPPG MBG Bakal Diaudit

        Selain memastikan penyaluran manfaat yang tepat sasaran, pemerintah juga menekankan pentingnya membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan melalui program MBG. Salah satu fokus yang terus diperkuat adalah mendorong tumbuhnya perilaku usaha baru sekaligus menjaga stabilitas harga dalam rantai pasok penyediaan makanan bergizi.

        Melalui pendekatan tersebut, MBG diharapkan mampu menggerakkan perekonomian lokal dengan melibatkan berbagai pelaku usaha di tingkat akar rumput. Petani, peternak, nelayan, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga wirausaha baru diharapkan menjadi bagian dari rantai pasok bahan pangan sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan oleh penerima makanan, tetapi juga oleh masyarakat yang terlibat dalam proses produksinya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: