- Home
- /
- Government
- /
- Government
Jaga Kedaulatan Hayati Nusantara, Barantin dan Bappenas Perkokoh Pertahanan Negara Nirmiliter
Kredit Foto: Dokumentasi Barantin
Ancaman kerusakan hayati melalui penyebaran hama dan penyakit patogen menjadi risiko serius bagi kedaulatan sumber daya alam suatu negara. Menghadapi ancaman tersebut, Badan Karantina Indonesia (Barantin) dan Kementerian PPN/Bappenas sepakat untuk mengonsolidasikan kekuatan pertahanan negara nirmiliter.
Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, mengatakan lembaganya memiliki peran utama dalam mempertahankan kedaulatan negara dengan mengamankan sumber daya alam hayati Indonesia dari berbagai ancaman hama dan penyakit atau menjadi pertahanan negara nirmiliter.
"Dimana posisi sumber daya alam hayati ini merupakan sumber pangan, dan sumber perekonomian masyarakat," ungkap Karding dalam keterangan pers resminya, Sabtu (13/6/2026).
Pengamanan kedaulatan hayati tersebut didiskusikan oleh Karding bersama Menteri PPN/Bappenas, Rachmat Pambudy, saat melakukan pertemuan pada hari Sabtu ini. Karding menambahkan, sistem pengawasan di perbatasan harus diperkuat demi mencegah masuknya ancaman penyakit biologis destruktif yang dapat mematikan sentra ketahanan pangan domestik.
“Selain melakukan pendampingan pada pelaku usaha agar mampu memenuhi persyaratan sanitari dan fitosanitari negara tujuan ekspor, Barantin juga melakukan negosiasi teknis persyaratan ekspor, agar negara mitra dapat menerima komoditas dari Indonesia,” katanya.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengakui bahwa tugas melindungi kekayaan biodiversitas negara kepulauan memikul tingkat kesulitan yang sangat tinggi. Rentangnya garis pantai membuat Indonesia memiliki begitu banyak pintu masuk dan keluar yang harus diawasi secara super ketat.
“Kementerian PPN/Bappenas turut mendukung penguatan peran Barantin, karena Barantin merupakan salah satu unsur dalam Asta Cita Presiden yaitu dalam mendukung swasembada pangan, peningkatan daya saing ekonomi, hilirisasi dan akses pasar global serta harmoni lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam,” jelas Rachmat.
Baca Juga: Hotman Paris Pasang Badan Bela Raffi Ahmad di Kasus Bea Cukai: Kalau Ada Bukti Ayo Keluar!
Baca Juga: Kisah Sukses Mlatiwangi: Ubah Eceng Gondok dan Pelepah Pisang Jadi Tas Mewah Ekspor
Pemerintah menyadari bahwa kegagalan memproteksi batas teritorial akan berdampak langsung pada hancurnya ekuilibrium kelestarian alam nusantara. Pemutakhiran peralatan laboratorium diagnostik kini menjadi syarat mutlak untuk mendeteksi ancaman penyakit secara cepat sebelum mewabah ke masyarakat.
Terlebih, Karding melanjutkan, Barantin juga memerlukan dukungan adanya sumber daya manusia, dimana saat ini baru terpenuhi 5.512 dari total kebutuhan 17.000.
"Kami akan terus mambangun sinergi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait, termasuk Kementerian PPN/Bappenas ini agar Barantin dapat melalukan perlindungan terhadap sumber daya alam hayati tadi secara maksimal dan memberikan layanan pada masyarakat dengan optimal," pungkas Karding.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Muhammad Farhan Shatry
Editor: Dwi Aditya Putra