Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Titik Terang Konflik Global: Menlu Iran Sebut MoU Damai dengan AS Belum Pernah Sedekat Ini!

        Titik Terang Konflik Global: Menlu Iran Sebut MoU Damai dengan AS Belum Pernah Sedekat Ini! Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Isyarat berakhirnya ketegangan bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kian menguat. Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan bahwa nota kesepahaman (MoU) yang dimediasi oleh Pakistan untuk mengakhiri perang kedua negara kini sudah menemui titik terang dan "belum pernah sedekat ini" menuju kesepakatan final.

        Pernyataan optimistis tersebut disampaikan Araghchi melalui unggahan di platform media sosial X pada Jumat (12/6/2026). Kesepakatan bertajuk Nota Kesepahaman Islamabad ini digadang-gadang akan menjadi resolusi diplomatik terbesar tahun ini.

        "Nota Kesepahaman Islamabad belum pernah sedekat ini. Sembari menunggu finalisasinya, media sebaiknya tidak berspekulasi mengenai isinya," tulis Araghchi. Ia berjanji akan membagikan seluruh detail kesepakatan kepada publik internasional jika dokumen tersebut sudah resmi disahkan.

        Sinyal positif ini sejalan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump sehari sebelumnya. Pada Kamis (11/6/2026), Trump mengklaim bahwa Washington baru saja mencapai kesepakatan besar yang substansial untuk menyudahi konflik panjang dengan Teheran.

        Trump bahkan optimistis bahwa dokumen perjanjian damai tersebut diharapkan dapat ditandatangani oleh kedua belah pihak dalam beberapa hari ke depan.

        Meski proses negosiasi berjalan cepat, jalur komunikasi diplomatik ini diakui tidak sepenuhnya mulus karena masih menyisakan sejumlah catatan kritis dari tim perunding.

        Kendati draf perjanjian dilaporkan hampir rampung, dinamika di internal Iran menunjukkan adanya sikap kehati-hatian yang tinggi. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengungkapkan bahwa sikap politik AS yang kerap berubah-ubah sempat menjadi hambatan serius di meja perundingan.

        Menurut Baghaei, sikap kontradiktif dari Washington berulang kali mengganggu dan memperlambat jalannya proses diplomatik yang sedang dibangun bersama mediator Pakistan.

        "Saat ini otoritas Iran sedang melakukan peninjauan teks MoU tersebut secara rinci dan mendalam. Hasil akhirnya akan segera kami umumkan secara resmi kepada publik," ujar Baghaei dalam wawancaranya dengan stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB TV.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: