Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Net Sell Rp5,98 Triliun Saat IHSG Melonjak 7,38%, Ini Saham yang Dibuang dan Dikoleksi Asing

        Net Sell Rp5,98 Triliun Saat IHSG Melonjak 7,38%, Ini Saham yang Dibuang dan Dikoleksi Asing Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih (net sell) Rp5,98 triliun di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pekan 8-12 Juni 2026. Menariknya, arus keluar dana tersebut terjadi saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru melonjak 7,38% dan menjadi salah satu indeks dengan kinerja terbaik di kawasan.

        Data statistik mingguan BEI menunjukkan nilai transaksi beli investor asing mencapai Rp50,61 triliun, sedangkan nilai jual mencapai Rp56,59 triliun. Alhasil, investor asing membukukan net sell Rp5,98 triliun selama sepekan.

        Di sisi lain, IHSG ditutup di level 6.007,66 pada Jumat (12/6/2026), naik 412,89 poin atau 7,38% dibandingkan pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar juga meningkat 7,31% menjadi Rp10.524 triliun dari Rp9.807 triliun.

        Data tersebut menunjukkan reli pasar saham domestik tetap berlangsung meskipun investor asing masih melakukan aksi jual bersih.

        Saham yang Paling Banyak Dikoleksi Asing

        Berdasarkan data perdagangan pekan 8-12 Juni 2026, saham yang paling banyak dibeli investor asing adalah:

        • BBCA: net buy Rp192,85 miliar, harga saham naik 16,75%
        • DSSA: net buy Rp175,09 miliar, harga saham naik 35,25%
        • TPIA: net buy Rp160,31 miliar, harga saham naik 41,76%
        • AMMN: net buy Rp96,35 miliar, harga saham naik 4,86%
        • BRMS: net buy Rp76,36 miliar, harga saham naik 10,42%
        • ANTM: net buy Rp66,57 miliar, harga saham naik 4,78%
        • CUAN: net buy Rp56,36 miliar, harga saham naik 8,27%
        • BUMI: net buy Rp54,22 miliar, harga saham naik 12,95%
        • MEDC: net buy Rp28,90 miliar, harga saham naik 0,82%
        • TINS: net buy Rp27,76 miliar, harga saham naik 5,10%

        BBCA menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan pembelian bersih Rp192,85 miliar. Saham bank terbesar di Indonesia tersebut juga mencatatkan kenaikan 16,75% dalam sepekan. Sementara itu, TPIA melonjak 41,76% dan DSSA menguat 35,25% di tengah derasnya aliran dana asing.

        Saham yang Paling Banyak Dibuang Asing

        Di sisi lain, investor asing masih melakukan aksi jual pada sejumlah saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan.

        Daftar saham dengan net foreign sell terbesar selama sepekan adalah:

        • BBRI: net sell Rp371,65 miliar, harga saham naik 4,01%
        • BMRI: net sell Rp168,10 miliar, harga saham naik 9,38%
        • ASII: net sell Rp102,20 miliar, harga saham naik 3,72%
        • BBNI: net sell Rp37,78 miliar, harga saham naik 10,90%
        • AADI: net sell Rp35,62 miliar, harga saham naik 7,45%
        • ICBP: net sell Rp30,14 miliar, harga saham naik 10,90%
        • EMAS: net sell Rp29,52 miliar, harga saham turun 5,74%
        • KLBF: net sell Rp26,54 miliar, harga saham naik 2,07%
        • BUVA: net sell Rp20,42 miliar, harga saham naik 8,39%
        • TLKM: net sell Rp16,34 miliar, harga saham naik 3,62%

        Menariknya, mayoritas saham yang dilepas investor asing tetap mencatatkan kenaikan harga. BBRI yang menjadi saham dengan net sell terbesar senilai Rp371,65 miliar masih menguat 4,01% sepanjang pekan. BMRI bahkan melonjak 9,38%, sementara BBNI naik 10,90%.

        Hanya beberapa saham yang masih bergerak negatif, salah satunya PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang turun 5,74% selama sepekan.

        Reli IHSG Ditopang Saham-Saham Big Caps

        Laporan BEI menunjukkan sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi motor penggerak penguatan IHSG sepanjang pekan.

        Sepuluh kontributor utama kenaikan indeks adalah:

        • BBCA naik 16,75%
        • BMRI naik 9,38%
        • SMMA naik 17,50%
        • DSSA naik 35,25%
        • BREN naik 13,65%
        • BBRI naik 4,01%
        • BRPT naik 14,86%
        • BBNI naik 10,90%
        • TPIA naik 41,76%
        • MORA naik 10,96%

        Dari sisi sektoral, sektor keuangan memimpin penguatan dengan kenaikan 9,67%. Selanjutnya sektor energi naik 9,21%, transportasi dan logistik 9,12%, industri 7,60%, serta material dasar 6,41%.

        Secara regional, kenaikan 7,38% menjadikan IHSG sebagai indeks dengan performa terbaik di kawasan ASEAN sepanjang pekan. Sebagai perbandingan, indeks Thailand hanya naik 0,62%, sementara Singapura turun 0,48%, Filipina turun 0,48%, Malaysia melemah 0,58%, dan Vietnam terkoreksi 1,80%.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: