'Jangan Main Harga,' Pemerintah Akan Kerahkan Polisi untuk Tindak Pedagang Beras Nakal
Kredit Foto: Antara/Patrik Cahyo Lumintu
Pemerintah Indonesia mengeluarkan peringatan keras kepada para pelaku usaha dan pedagang beras agar tidak memainkan harga di tengah melimpahnya stok pangan nasional. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman menegaskan tidak ada alasan bagi harga beras untuk mengalami gejolak.
Amran mengatakan stok cadangan beras pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog saat ini mencapai 5,3 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Dengan kondisi tersebut, setiap upaya menaikkan harga secara tidak wajar akan menjadi perhatian serius pemerintah.
Baca Juga: Jelang Lawan Selandia Baru, Timnas Iran Masih Dibuat 'Pincang' Amerika di Piala Dunia 2026
"Sekali lagi, seluruh pedagang beras seluruh Indonesia, jangan mempermainkan harga," kata Amran di Jakarta, Minggu, (14/6).
Ia mengungkapkan pemerintah telah berkoordinasi dengan Satgas Pangan Polri dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) di seluruh Indonesia untuk mengawasi pergerakan harga dan distribusi beras di lapangan.
"Kami sudah sepakat dengan Satgas Pangan, seluruh Dirkrimsus se-Indonesia. Kami putuskan kita pantau dan yang nakal kita tindak," tegasnya.
Amran menilai kondisi saat ini sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya ketika stok beras di gudang Bulog hanya sekitar 1 juta ton. Pada masa itu, kenaikan harga beras kerap berujung pada kebijakan impor.
Kini, menurutnya, Indonesia berada dalam posisi surplus beras dan telah berhasil mencapai swasembada pangan, sehingga tidak ada alasan untuk menciptakan kelangkaan maupun menaikkan harga secara spekulatif.
Selain memperketat pengawasan, pemerintah juga mendorong Bulog memperluas distribusi beras premium ke pasar dan ritel modern.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan masih terdapat ruang bagi Bulog untuk mengisi kekurangan pasokan di sejumlah ritel modern melalui merek komersial yang dimiliki.
"Ini kesempatan Bulog masuk. Bulog kan punya Befood, Punokawan, Setra Ramos. Kekurangan suplai bisa diisi oleh Bulog," ujarnya.
Pemerintah juga memastikan pasokan beras nasional dalam kondisi aman. Hingga awal Juni 2026, stok cadangan beras pemerintah mencapai 5,3 juta ton, sementara realisasi pengadaan setara beras secara nasional sudah mencapai 3,1 juta ton.
Baca Juga: 'Dari Situ Saja Sudah Salah,' Roy Suryo 'Senyumin' Janji Jokowi Bawa Ijazah SD hingga S1 ke Sidang
Dengan kondisi pasokan yang sangat melimpah tersebut, pemerintah menegaskan tidak akan memberikan ruang bagi praktik penimbunan maupun permainan harga yang berpotensi merugikan masyarakat. Satgas Pangan dan aparat penegak hukum disiapkan untuk menindak pelanggaran demi menjaga stabilitas harga pangan nasional.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: