Pemerintah Klaim Stok Beras Tertinggi Sepanjang Indonesia Merdeka, Gudang Sampai Tak Cukup Menampung
Kredit Foto: Antara/Adeng Bustomi
Pemerintah Indonesia mengklaim cadangan beras nasional saat ini mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka. Stok beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog tercatat mencapai 5,3 juta ton hingga awal Juni 2026, bahkan melebihi kapasitas gudang yang tersedia.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan melimpahnya stok beras menjadi bukti bahwa kondisi pangan nasional berada dalam posisi sangat aman dan tidak ada alasan terjadinya kelangkaan di masyarakat.
Baca Juga: Isi Perjanjian Bocor! Selat Hormuz hingga Dana Rp427 Triliun Jadi Batu Sandungan Damai Amerika-Iran
"Stok sekarang 5,3 juta ton. Kemampuan gudang kita 3 juta ton. Kita sudah sewa 2,3 juta ton dan ini tertinggi selama Indonesia merdeka," ujar Amran dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (14/6).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan Indonesia kini berada dalam posisi surplus beras yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan, kapasitas gudang milik Bulog yang hanya mampu menampung sekitar 3 juta ton terpaksa ditambah dengan menyewa ruang penyimpanan hingga 2,3 juta ton.
Amran menegaskan pemerintah bersama Satgas Pangan Polri terus memantau kondisi di lapangan agar tidak ada pihak yang sengaja menciptakan kesan kelangkaan beras.
"Beras kita melimpah. Jangan dibuat langka. Tidak ada yang langka. Semua gudang kita penuh dengan beras sekarang ini," katanya.
Pencapaian tersebut juga mendapat sorotan internasional. Dalam laporan Rice Outlook May 2026 yang dirilis Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), Indonesia disebut menjadi salah satu negara dengan kenaikan produksi beras tertinggi di dunia bersama Nigeria, Pantai Gading, dan Vietnam.
Namun, dibandingkan negara-negara tersebut, Indonesia memiliki skala produksi yang jauh lebih besar. Produksi beras nasional disebut telah mencapai lebih dari 30 juta ton per tahun, jauh di atas Nigeria yang memproduksi 5,9 juta ton, Pantai Gading 1,7 juta ton, dan Vietnam 26,2 juta ton.
Amran menilai kondisi saat ini sangat berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya ketika stok beras di gudang Bulog hanya sekitar 1 juta ton sehingga gejolak harga sering berujung pada kebijakan impor.
"Kalau dulu stok hanya sekitar 1 juta ton, kenaikan harga sering berujung impor. Sekarang kita surplus dan berhasil mencapai swasembada pangan," ujarnya.
Sementara itu, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan stok beras di pasar modern juga masih tersedia meski tidak terlalu banyak. Ia mendorong Bulog memanfaatkan momentum ini dengan memperluas penjualan beras premium komersial.
Bapanas mencatat hingga 12 Juni 2026, stok beras komersial Bulog mencapai 11,4 ribu ton. Realisasi pengadaan setara beras untuk stok komersial juga terus meningkat dan telah mencapai 45,5 ribu ton dari total pengadaan 3,1 juta ton.
Baca Juga: Indonesia Terkejut, Dadan Hindayana Bikin Purnawirawan Bintang Empat Terseret Isu Proyek MBG
Dengan stok mencapai 5,3 juta ton dan gudang yang bahkan tidak lagi cukup menampung seluruh cadangan, pemerintah mengklaim Indonesia kini berada pada salah satu fase terkuat dalam sejarah ketahanan pangan nasional sejak merdeka.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: