Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Damai Amerika-Iran di Depan Mata, Trump Tegaskan Israel Tak Boleh Balas Serangan dari Lebanon Lagi

        Damai Amerika-Iran di Depan Mata, Trump Tegaskan Israel Tak Boleh Balas Serangan dari Lebanon Lagi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengirim pesan tegas kepada Israel agar tidak lagi melancarkan serangan ke Lebanon di tengah peluang tercapainya kesepakatan damai antara Washington dan Teheran.

        Trump menyebut perdamaian di Timur Tengah kini berada di depan mata dan dapat menjadi awal baru bagi kawasan yang selama puluhan tahun dilanda konflik.

        Baca Juga: Iran Beri Sinyal Mengejutkan, Sebut Amerika Bisa Jadi Negara Sahabat

        "Kita sangat dekat dengan sebuah kesepakatan yang akan membawa perdamaian ke kawasan, termasuk Lebanon," tulis Trump melalui Truth Social, dikutip Senin (15/6/2026).

        Pernyataan itu disampaikan beberapa jam setelah Israel menyerang sejumlah titik di Beirut selatan yang diklaim sebagai basis Hizbullah. Serangan tersebut dilakukan sebagai respons atas tembakan ke wilayah utara Israel.

        Meski mengakui hak Israel untuk mempertahankan diri, Trump secara tersirat meminta pemerintah Benjamin Netanyahu tidak memperbesar konflik.

        Ia menilai serangan yang memicu respons Israel tidak menimbulkan korban dan seharusnya tidak dijadikan alasan untuk kembali membuka front pertempuran baru.

        Menurut Trump, tidak boleh ada lagi serangan dari pihak mana pun, baik dari Israel terhadap Lebanon maupun dari Hizbullah ke wilayah Israel.

        "Tidak boleh ada lagi serangan Israel di mana pun di Lebanon, tetapi juga tidak boleh ada lagi serangan dari pihak lain, termasuk Hizbullah, terhadap Israel," tegasnya.

        Trump bahkan menyebut momentum saat ini dapat menjadi titik awal bagi perdamaian jangka panjang di Timur Tengah.

        "Ini bisa menjadi awal dari perdamaian yang panjang dan indah. Jangan sampai kita menghancurkannya," kata Trump.

        Awal bulan ini, AS sebenarnya telah memediasi kesepakatan gencatan senjata baru antara Israel dan Lebanon. Dalam kesepakatan itu, Israel berkomitmen tidak menyerang Beirut selama Hizbullah tidak menargetkan warga sipil Israel.

        Namun, Hizbullah menolak perjanjian tersebut sehingga ketegangan kembali meningkat.

        Baca Juga: 'Ada Penelitian dari UI,' Pemerintah Klaim Siswa Lebih Semangat Belajar dan Rajin Sekolah karena MBG

        Kini, dengan negosiasi damai antara AS dan Iran dikabarkan hampir mencapai garis akhir, Washington berusaha keras mencegah aksi militer baru yang berpotensi menggagalkan kesepakatan besar yang dipandang dapat mengubah peta keamanan Timur Tengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: