Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

'Ada Penelitian dari UI,' Pemerintah Klaim Siswa Lebih Semangat Belajar dan Rajin Sekolah karena MBG

'Ada Penelitian dari UI,' Pemerintah Klaim Siswa Lebih Semangat Belajar dan Rajin Sekolah karena MBG Kredit Foto: Dok. Pemprov DKI Jakarta
Warta Ekonomi, Jakarta -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya diklaim membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga disebut mampu meningkatkan semangat belajar siswa di sekolah.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti mengungkapkan hasil penelitian yang dilakukan Universitas Indonesia (UI) dan sejumlah lembaga lainnya menunjukkan adanya dampak positif program MBG terhadap motivasi belajar, tingkat kehadiran siswa, hingga capaian akademik.

Baca Juga: 'Cukup Tunjukkan Aja,' Kubu Roy Suryo Mengaku Tak Mau Berkonflik Hukum dengan Jokowi

"Sudah kami terbitkan modul-modulnya dan sudah ada penelitian dari UI dan lembaga yang lain. Penelitian itu menunjukkan dampak positif MBG terhadap peningkatan motivasi belajar, kehadiran di sekolah, dan juga terhadap capaian akademik," kata Mu'ti, dikutip Jumat (12/6).

Temuan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa mayoritas siswa penerima manfaat menginginkan program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto itu tetap dilanjutkan.

Menurut Mu'ti, hingga 10 Juni 2026 sebanyak lebih dari 43 juta siswa telah menerima manfaat MBG. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 80,7 persen dari total peserta didik yang menjadi sasaran program.

"Per 10 Juni sudah 80,7 persen murid yang sudah mendapatkan MBG, jadi dari 53 juta sekian murid, 43 juta sekiannya sudah menerima MBG. Kemudian mereka menyatakan MBG terus dilanjutkan karena dampaknya sangat positif," ujarnya.

Mu'ti menjelaskan, dampak program tidak hanya terlihat dari aspek kesehatan dan kecukupan gizi. Pemerintah juga mencatat adanya peningkatan kehadiran siswa di sekolah serta motivasi yang lebih tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran.

Peningkatan tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan kualitas pendidikan dan pembentukan sumber daya manusia di masa depan. Selain mendukung kegiatan belajar mengajar, MBG juga disebut menjadi bagian dari implementasi Program Tujuh Kebiasaan Indonesia Hebat yang sedang didorong pemerintah.

Program tersebut mencakup sejumlah kebiasaan positif seperti bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, aktif bermasyarakat, serta tidur lebih awal.

Mu'ti menilai MBG telah berkembang menjadi lebih dari sekadar program pemberian makanan kepada siswa. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pembentukan karakter dan budaya hidup sehat sejak usia sekolah. Karena itu, pemerintah terus memperluas cakupan penerima manfaat di berbagai daerah agar lebih banyak siswa dapat merasakan dampaknya.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui perbaikan gizi sekaligus mendukung proses pendidikan nasional.

Baca Juga: 'Hampir Tak Mungkin,' Upaya Donald Trump Akhiri Perang Iran-Amerika Bisa Digagalkan Manuver Israel

Dengan hasil penelitian yang disebut menunjukkan peningkatan motivasi belajar dan prestasi akademik, pemerintah kini menjadikan MBG sebagai salah satu instrumen untuk memperkuat kualitas pendidikan sekaligus membangun generasi yang lebih sehat dan produktif.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar