Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Tak Cuma Harga Bensin Jadi Murah, Amerika Klaim Timur Tengah Akan Makmur usai Damai dengan Iran

        Tak Cuma Harga Bensin Jadi Murah, Amerika Klaim Timur Tengah Akan Makmur usai Damai dengan Iran Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran tak hanya disebut akan mengakhiri ketegangan di Timur Tengah, tetapi juga berpotensi membawa dampak langsung terhadap harga energi dunia. Wakil Presiden AS JD Vance bahkan menjanjikan harga bensin bagi warga Amerika akan segera turun secara signifikan seiring tercapainya perjanjian tersebut.

        Vance mengatakan pemerintahan Presiden Donald Trump berhasil membuka jalan menuju stabilitas jangka panjang di kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu pusat ketidakpastian pasokan energi global.

        Baca Juga: Nyatakan Tidak Terima, Israel Meradang Lihat Kesepakatan Damai Amerika dan Iran

        “Apa yang akan bisa kami lakukan adalah menurunkan biaya energi, bukan hanya sekarang, tetapi juga untuk jangka panjang, dan menciptakan mesin kemakmuran nyata di Timur Tengah,” kata Vance dalam program The Big Weekend Show, dikutip Senin (15/6).

        Menurutnya, perdamaian antara Washington dan Teheran akan mengurangi risiko konflik yang selama puluhan tahun menjadi pemicu gejolak harga minyak dunia. Kondisi tersebut diyakini pada akhirnya akan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Amerika melalui harga energi dan bahan bakar yang lebih murah.

        “Warga Amerika akan mendapatkan manfaat dari harga energi yang lebih rendah, harga bensin yang lebih murah, dan kita tidak lagi menghadapi risiko kekacauan yang selama satu generasi terakhir terus membayangi,” ujarnya.

        Vance menyebut kesepakatan yang dicapai pemerintahannya merupakan kemenangan besar bagi rakyat AS, terutama setelah masyarakat menghadapi tekanan ekonomi akibat tingginya biaya energi dalam beberapa tahun terakhir.

        “Kami telah mencapai sesuatu yang besar bagi mereka,” kata Vance.

        Pernyataan itu muncul setelah Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai kesepakatan damai usai menjalani perundingan intensif.

        “Setelah pembicaraan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah tercapai,” ujar Sharif dalam pernyataan resminya.

        Ia menyebut kedua negara sepakat menghentikan operasi militer secara permanen di seluruh front, termasuk di Lebanon. Penandatanganan resmi perjanjian tersebut dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni mendatang di Swiss.

        Sharif juga menyampaikan apresiasi kepada Qatar, Arab Saudi, dan Turki atas kontribusi mereka dalam proses mediasi yang akhirnya membawa Washington dan Teheran menuju meja perdamaian.

        Baca Juga: Iran Beri Sinyal Mengejutkan, Sebut Amerika Bisa Jadi Negara Sahabat

        Jika implementasi perjanjian berjalan sesuai rencana, stabilitas kawasan Timur Tengah diperkirakan meningkat, arus distribusi energi global menjadi lebih aman, dan harga minyak dunia berpotensi mengalami tekanan turun. Kondisi itulah yang diyakini pemerintahan Trump akan bermuara pada penurunan harga bensin secara signifikan bagi masyarakat Amerika Serikat.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: