Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kuba Melawan AS, Siapkan Langkah Ini untuk Hadapi Tekanan Ekonomi dari Trump

        Kuba Melawan AS, Siapkan Langkah Ini untuk Hadapi Tekanan Ekonomi dari Trump Kredit Foto: Slate
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kuba menegaskan sikapnya terhadap tekanan ekonomi dari Amerika Serikat dengan menyiapkan langkah restrukturisasi ekonomi nasional dan redefinisi peran negara itu di pasar global.

        Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel, pada Jumat (12/6) mengumumkan serangkaian usulan reformasi ekonomi sebagai respons atas meningkatnya sanksi ekonomi dan energi yang diterapkan pemerintahan Presiden AS, Donald Trump.

        Dalam konferensi pers tertutup, Díaz-Canel menyebut kebijakan Washington terhadap Havana sebagai langkah yang "sangat agresif". Menurutnya, tekanan maksimum yang dilakukan AS tidak berhasil melemahkan keberlangsungan negara tersebut.

        "Amerika Serikat tidak dapat memaafkan fakta bahwa, setelah semua tekanan maksimum yang telah mereka berikan, revolusi masih ada dan negara ini terus berfungsi. Mereka sendiri tidak percaya pada narasi yang terus-menerus mereka ulangi tentang Kuba sebagai negara gagal," ujar Díaz-Canel.

        Pemerintah Kuba yang dipimpin Partai Komunis kini berupaya mencari solusi di luar model ekonomi tradisional dengan membuka peluang lebih besar bagi sektor pariwisata, investasi asing, dan impor teknologi energi terbarukan.

        Díaz-Canel menegaskan bahwa reformasi tersebut bukan berarti meninggalkan prinsip dasar negara, melainkan menyesuaikan model ekonomi terencana terpusat yang selama ini menjadi warisan Revolusi Kuba.

        Salah satu langkah utama yang diusulkan adalah desentralisasi kewenangan ekonomi kepada pemerintah kota. Pemerintah daerah nantinya akan diberi wewenang untuk melakukan impor dan ekspor, mengelola pendapatan mata uang asing, serta mempromosikan investasi asing langsung sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.

        Selain itu, pemerintah Kuba juga berencana memperluas partisipasi warga Kuba yang tinggal di luar negeri dalam perekonomian nasional. Menurut Díaz-Canel, investasi dari diaspora Kuba perlu difasilitasi agar dapat berpartisipasi bersama investor asing dan perusahaan milik negara.

        Baca Juga: Rusia Tuduh AS Ingin Cekik Ekonomi Kuba lewat Sanksi Baru

        Di sektor energi, Díaz-Canel kembali menyoroti dampak sanksi AS yang disebutnya sebagai "blokade kriminal". Pemerintah Kuba, kata dia, tengah mendorong pemanfaatan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan energi eksternal.

        "Kami terus mempromosikan penggunaan sumber energi terbarukan di setiap wilayah dan setiap sektor. Kami berupaya menarik sebanyak mungkin perusahaan asing yang dapat menawarkan sistem fotovoltaik di pasar domestik kepada lembaga negara, masyarakat, dan bisnis non-negara," katanya.

        Melalui berbagai reformasi tersebut, Kuba menunjukkan sikap tegas terhadap tekanan Washington dengan tetap mempertahankan sistem politiknya, sembari membuka ruang yang lebih luas bagi investasi dan desentralisasi ekonomi guna memperkuat ketahanan nasional.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: